jujur atau bohong

apa kalian pernah dihadapkan dengan situasi dimana kita harus mengambil keputusan jujur tapi menyakiti hati orang lain atau lebih baik berbohong demi kebaikan kita? saya rasa kalian yang membaca pasti berkata ‘pernah’

jujur, itu yang selalu diajarkan pada kita. tapi bagaimana bila jujur itu akan menyakiti hati orang yang kita sayang? pernahkah kau bayangkan perasaan orang kita lukai itu? bahwa mereka dihadapkan oleh sebuah kenyataan yang sakit. mungkin kamu takut dia akan marah atau kecewa, tapi yakinlah, beri mereka pengertian, sakit yang dirasa tak akan sebanding rasanya dg bahagia yang menanti mereka. walau memberi pengertian itu juga tak mudah dilakukan :p

bohong, hal yg tercela. sudah diajarkan sejak kita masuk sekolah dulu. namun, dia memiliki candu, yang mana kita berbohong maka kita akan ketagihan mengulanginya. apalagi bila dilakukan untuk menutupi kesalahan kita atau intinya buat kebaikan kita.

pernah kan janjian ama temen, uda bilang ya untuk menghadiri undangannya, tp mendadak jadi bilang gak bisa? padahal alasan dadakan gak bisanya itu dibuat2. karna ada rencana terselubung dibaliknya. tanya aja ma diri sendiri apa pernah nglakuin hal kayak gitu. pasti pernah. ndak munafik, saya jg pernah seperti itu. dan bahkan pernah jadi korban pembohongan itu.

rasanya pas jadi korban itu sakit. karena yang melakukan teman baik. yang kupercaya gak mungkin setega itu. tapi nyatanya tega. darimana saya tau saya dibohongi? gak perlu ditanya. gerak gerik yang aneh krn berbohong itu sejatinya mudah tampak. kata-kata dg logat yang seperti sulit untuk keluar dari mulut adalah tanda bohong klasik. ditambah beberapa bisikan petunjuk, makin menguatkan dugaan saya kl saya dibohongi.

karena saya orang yang gak bisa diam dg hal beginian yang nggelitikin hati, saya lgsg nanya ke teman pertama, tp gak ngaku. bilangnya baru saja landing dan makan bareng tmn yg lain. teman kedua jg gak ngaku baru dr pantai, tp alasannya bertolak belakang dg teman pertama krn dia bilangnya dia baru dr acara keluarga, bukannya kata teman pertama mereka baru kluar makan bareng? dan terakhir nanya teman ketiga, dan lagi-lagi alasannya 180 derajat berbeda dg teman kedua. kalo acara mantai itu adalah acara keluarga teman kedua, pdahal teman kedua bilang gak ke pantai itu. jadi? sudah tau kan kalo mereka bertiga bohong ma saya. tapi ttp gak mau ngaku.

buat mereka bertiga, sakit rasanya dibohongi, meskipun saya tau kalian berbohong karena tak ingin saya sakit hati krn alasan kalian menolak menghadiri undangan itu. apalagi kalo saya tau alasan kalian dari orang lain, itu lebih menyakitkan. bukankah berteman tidak boleh saling menyakiti?

lalu intinya gimana? jujur atau bohong?

saya rasa, ttp jujur adalah jawabannya. karena sesuatu yang didasari kebohongan, biasanya tak barokah. suatu hari pasti terungkap. dan dengan jujur, insyaAllah semuanya berjalan seimbang.

kutujukan untuk 3 kawan terbaikku, “aku percaya kalian gak bohong ma aku, tapi sesungguhnya hanya Allah yang tau”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s