tak semudah itu

kadang tak pernah kutau apa maksudku. dibalik sluruh tingkahku.
kita masih bersama, kita masih berdua, tapi kenapa aku tak bisa merasakan indahnya hari-hari kita?

aku masih ingin bersamamu, masih ingin melalui hari-hariku yang getir dengan menggengam tanganmu hanya agar aku kuat. aku masih ingin bisa melihat wajahmu yang menenangkanku. tapi kenapa aku tak bisa mencintaimu seperti dulu?

aku sulit menggambarkan perasaanku, duhai wanitaku. aku membutuhkanmu tapi aku juga bosan dengan keadaan ini. aku tak bisa melukiskan dalam kata-kata seperti dirimu yang bisa. aku hanya bisa menangis ketika kau inginkan kita berpisah. hati ini enggan, tapi aku juga tak bisa menyakitimu lebih.

kau, wanitaku, kau benar2 terindah dalam hidupku.
kau, yang membuka sluruh hidupku.
kau, yang bisa membuatku bangga karena dukunganmu melewati hari-hari ku.

malam itu, kau mengucap kata itu untuk kesekian kali. dan aku hanya bisa menangis. aku lelaki, tapi aku juga ingin menangis. aku masih ingin bersamamu, tapi aku juga tak bisa menyakitimu lebih dan lebih. sehingga kuterpaksa, anggukkan kepala ini dan menggenggam tanganmu erat terakhir kali.

“untuk apa kita masih bersama bila hanya bisa menyakiti? bila diteruskan sakit, berhenti sampai disini juga sakit, lebih baik kupilih berhenti. bukan begitu sayang?”

kata-katamu terus bermain dalam otakku. aku tak terima, akalku menginginkan yang beda. tapi hatiku memang harus merelakanmu.

“aku yakin, kita pasti bisa lebih bahagia. kamu pasti bahagia tanpa ada aku, walau aku tak tahu apa aku akan bahagia tanpamu”

sayangku, aku tak ingin melepasmu. aku juga ingin kamu bahagia. aku hanya bisa menyakitimu. aku memang layak kau tinggalkan. meskipun, aku tak bisa.

dan malam itu, kupeluk dirimu erat. seperti tak ingin pergi dari sini. kukecup keningmu dan kukatakan “terima kasih telah mencintaiku.”

hari ini, tak semudah itu aku melepas bayangmu. tak semudah yang selalu kau katakan bahwa aku lebih bahagia. aku juga merindukanmu sama seperti kau merindukan aku. tapi aku tak ingin kau sakit lagi. aku ingin kamu menemukan arjuna lain yang bisa menghapus smua air matamu dan mengganti itu dengan senyum manismu.

sayangku, maafkan aku.
yang perlu kau tau, hingga saat ini, tak pernah semudah itu aku melupakanmu.
jika kita berjodoh, kita akan kembali dengan aku dan kamu yang lebih baik.

Yara,
untuk Mai,
wanitaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s