fantasiku


betapa senangnya kau hadir dalam fantasiku
membayangi hari dan malamku
tak kenal lelah menari disana
kau menari bukan dengan hiasan selendang
tapi sembari membawa sebilah pisau
dan menusuknya ke dalam pikirku

kau datang, di tiap mimpi-mimpiku
menawarkanku apa yang tak pernah kita lakukan
menggoreskan lagi luka dengan pisau manismu
sungguh aku ingin ini berhenti, tapi mengapa sulit terjadi?

ingin aku mengatakan,
aku tak hanya ingin fantasi sekedar mimpi belaka
aku ingin fantasi itu benar2 terjadi di kehidupan nyata
tapi, apa dayaku,
aku hanya manusia lemah

cintaku,
berhentilah menyapa diriku dalam fantasi ini
aku tersiksa
karna aku hanya bisa menitikkan air mata ketika kau ada di dalamnya
aku hanya bisa membisikkan namamu pada tembok sebelahku
tanpa ada kamu yang bisa mendengarku

cintaku,
aku slalu berdoa pada Yang Kuasa.
untuk kebaikan aku, kamu dan kita
aku berdoa,
jika memang kau jodohku, maka biarkan Tuhan mendekatkan kita
namun, jika kita tak berjodoh,
maka biarkan Tuhan menghapus perasaanku dan mendekatkan kita dengan kebahagiaan yang lebih kekal.

aku,
yang tersiksa karna rindu padamu.

4 thoughts on “fantasiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s