Rinduku untuk Wanita itu

September 2011,
satu tahun telah kita lalui. berjalan sendiri tanpa ada kita lagi.
kubaca semua tulisanmu. kuresapi maknanya. sungguhkah itu untukku?
atau untuk lelaki yang kini slalu kau agung2kan namanya?

wanitaku, maafkan aku.
bila aku jg masih merindumu.
aku masih merasakan getarannya, ketika aku membaca pesan2mu,
ketika aku membaca curahan hatimu.
namun aku bingung,
masih bisakah aku dan kamu kembali seperti dulu?
apakah bisa apa yang sudah hancur kembali bersatu?

melihat senyummu, aku rindu senyum manismu untukku.
melihat tangismu, aku ingin menghapusnya dari pipi merahmu.
wanitaku, maafkan aku.
bila aku masih merindumu, namun aku tak pernah mengatakan padamu.

seandainya, malam itu,
di tanggal yang sama tahun lalu.
aku bisa memelukmu lebih erat, aku bisa mengungkapkan kata2 dari dalam hatiku.
mungkin kita tetaplah kita.
tak terpisah menjadi dua jiwa lagi.
namun,
seandainya tetap saja seandainya.
tak ada yang bisa kembali ke waktu itu walau aku memohon beribu kali pada Tuhan.

biarkan rindu ini mengisi relung jiwaku
yang telah kosong karna tlah kau tinggalkan
biarkan aku menikmatinya walau ku tau ini menyiksa
karna dengan kubiarkan diri ini merindumu,
berarti aku tau bahwa hatiku masih hidup
diliputi kasih dan sayang untuk wanitaku.

-lelaki-
untukmu, wanitaku.

2 thoughts on “Rinduku untuk Wanita itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s