Quote

terlarang?

aku tertawa, aku kadang berpikir dan tak jarang terhenyak ketika membuka semua jejaring sosial.
dari kata-katamu, seolah kamu masih sering memikirkanku.
aku ingin menyapamu sekali saja mantanku.

malam itu, kita bertemu di dunia maya, lewat Yahoo Messenger.
di tengah penatnya pekerjaan yang menuntutku untuk segera menyelesaikannya, aku melihat dirimu online.
sejenak berpikir apa boleh aku menyapamu?
namun, belum 30 detik aku berpikir, tanganku sudah mengetikkan kalimat sapa buat kamu “halo cewek”

lama, dirimu tak kunjung membalas.
kutinggal saja bermain game di facebook. dan tiba-tiba muncul dirimu dengan berkata “hai cowok ganteng”
perasaanku? seperti anak kecil yang kegirangan baru dikasih permen.
dan kita bercengkerama dalam dunia maya, menanyakan kabar, kegiatan sekarang hingga kita bernostalgia lagi dengan cinta kita yang telah kandas.

mungkin kamu tak pernah tau bahwa aku slalu mengamatimu,
dari status facebookmu, dari semua ocehanmu di twitter.
kamu telah menjadi wanita yang sangat ceria. yang pasti telah berbahagia. dan bahagiamu itu karna kau telah memiliki pria yang pasti lebih baik dariku.

terkadang bila kau sedih, kau marah, selalu ada kata-kata yang mengingatkan akan kenangan kita. entahlah, mungkin ini hanya perasaanku saja. mungkin hanya aku yang ke-GR-an.

ingin aku berkomentar di semua statusmu, ingin kureply smua twitmu, tapi aku juga tak bisa.
aku tak ingin menyakiti wanita yang telah ada di sisiku slama 6 bulan ini.
aku tak ingin mengulang kesalahanku seperti yang telah kulakukan padamu.

hingga di akhir chat kita, kau mengetikkan emoticon menangis.
kau bilang pacarmu seolah tak ingin mengerti keinginanmu. dan kau kembali membuat terhenyak saat di layar laptopku muncul tulisan,
“ganteng, aku kangen kamu. kenapa kamu tega ama aku dulu?”
aku tak tau harus mengetikkan apa. namun, dalam dadaku rasanya makin tergelitik. dan timbul rasa ingin memelukmu seperti yang biasa kulakukan saat kau menangis.

A (aku) : “cantik kenapa? iya maaf ya dulu aku salah. dan sampai sekarang aku masih salah.”
D (dia): “aku cuma kangen kamu ganteng. aku tau aku salah dan mungkin aku gak boleh punya perasaan ini ke kamu.”
A: “:)”
D: “lama aku pengen nyapa kamu di YM ini. tapi aku takut. takut pacarmu marah”
A: “eh, aku juga pengen nyapa kamu uda lama. tp gak pernah kejadian, krn takut bikin kamu terluka lagi. tapi gak tau jg kenapa malam ini aku berani”
D: “makasih ya ganteng uda nyapain aku. makasih jg uda ngebolehin aku kangen ma kamu”
A: “aku juga mau bilang kalo aku kangen kamu. maafin aku ya.”

dan tiba2 kamu offline.
tak lama di TL twitterku muncul kamu dengan menulis “have a nice chitchat. akhirnya aku bilang jujur. makasih :’)”

sejak malam itu, aku tak memiliki keberanian lagi untuk menyapamu.
yang kumiliki hanya keberanian untuk melihatmu dari jauh.
ingin aku melihat lagi dirimu yang utuh berdiri di depanku, tersenyum, lalu bertanya “aku cantik kan?”
dan ingin aku menjawab “YA” dengan suara pelan tapi pasti sambil mengelus pipimu. karna bila dulu kau menanyakan itu, aku hanya bisa tersenyum dan menjawabnya dalam hati.

dan sejak malam itu, aku merindukanmu.
apa rasaku ini terlarang?
apa kamu masih merindukanku juga?
ingin kucari jawaban itu, tapi sekali lagi aku tak ingin menyakiti wanita yang kucintai saat ini.

cantik, kamu memang cantik, dan lebih cantik saat ini.
aku merindumu.

One thought on “terlarang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s