mimpi putih

kulihat dirimu di mimpiku. kala aku terlelap dinina-bobokan oleh sunyinya malam.
percayakah apa yang kulihat kekasihku?
aku melihat dirimu memakai setelan berwarna putih, dengan peci berhiaskan monte nuansa putih.
tak lupa berkalungkan melati.
didampingi kedua orang tuamu yang menebar senyum.

ayahmu tersenyum lebar pada para undangan,
mengantarkan putra kesayangannya menuju mahligai pelaminan.
untuk meminang aku.
aku kulihat dari kaca, mengenakan gaun putih dengan ekor yang panjang.
mengenakan jilbab hias dengan roncean melati yang rumit namun harumnya sanggup mewangi di seluruh tubuhku.

aku dihantarkan kedua orangtuaku yang tangannya kugandeng erat.
aku merasa jantungku berdebar sangat kencang.
meski aku merasa itu hanya sebuah mimpi,
tapi seolah itu menjadi sebuah kenyataan.
hingga akhirnya aku terbangun karena bulir air mata telah meleleh dan membasahi pipiku.

kemudian aku membuka mataku dan mengusap air mata.
dan kulihat cincin di jari manisku.
cincin yang sudah kau sematkan kala kau melamar diriku di depan orang tua kita.
kemudian aku hanya tersenyum menanti mimpi itu jadi nyata.

mimpi yang menghiasi malam ini,
kujadikan sebuah doa bahwa itulah masa depanku.
seperti tahapan yang pasti akan kita lalui bersama,
karna jelas kulihat sosokmu, aku dan kedua orang tua kita.

kekasihku,
aku sangat mencintaimu.
semoga Tuhan menjadikan nyata mimpiku malam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s