pemuja rahasiamu

Kulihat anggun gaya berjalanmu.
Dengan rambut panjang yang tersibak saat angin nakal meniupnya.
Kuamati pakaianmu hari ini.
Warna biru muda, warna favoritmu jadi tema bajumu.
Aah, kamu sungguh menyenangkan.

Kau sapa smua orang yang kau lintasi.
Kau tebarkan senyum manis andalanmu.
Itulah mengapa aku slalu memandangimu tiap pagi, demi melihat senyum indah dan mendengar lembut sapaan.

Ketika kau memasuki kelas, kau sapa dg penuh cinta pada seorang pria yg telah duduk di dalamnya.
Langsung saat itu juga,
Terasa ada api yg membara dalam dadaku.
Panas, sesak, dan membuat aku ingin memalingkan muka.
Tapi aku malah memilih bertahan melihatnya.
Dan perasaan itu makin menyakitkan dada dan membuat mataku panas,
Ketika tangan pria itu mulai membelai mahkota rambutmu yang hitam legam.

Cemburu,
Yah itulah yang kurasa di pagi ini.
Dan yang kurasa di tiap hariku.
Aku telah menjerumuskan diriku sendiri dalam api amarah ini.
Aku ingin berlari dari situasi ini,
Tapi serasa ada yg memaku telapak kaki ini hingga terus menapak disini.

Bila tak ada teman yg menepuk pundakku,
Aku terus saja mematung di depan kelas.
Karna inilah aku,
Pemuja rahasiamu.
Wanitaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s