cinta sejati

tak akan pernah kusangka malam ini, detik ini, kita kembali bersama.
dulu ketika kita masih bersama, kita lewati semua hari penuh dengan tawa, dengan canda, meski kadang ada air mata yang harus kita teteskan.
dulu kita bersama untuk bisa slalu bersama, rela menerpa apapun agar kita tak terpisah.
dulu kita berusaha mempertahankan api asmara yang ada dalam hati ini.
namun, kamu menyerah.
api itu padam. tak bisa aku nyalakan lagi.
hingga akhirnya aku menyerah.

kita berpisah, menjadi dua pribadi dengan dua jiwa.
memilih jalan yang berbeda denganmu kurasa sungguh berat.
aku harus bermain peranku, semua orang bermain ilusi.
yah, itu benar. aku bersembunyi dari ini, aku mencoba berlari dr kenyataan. karna memang aku tak pernah sanggup berpisah dari kamu.

hingga kemudian, kita sama-sama menemukan cinta yang lain.
kita sama-sama bahagia, kembali tertawa.
kadang bila kita bertatap, kita tersenyum, tak lama kemudian tawa itu keluar dari mulut ini.
mengenang kita yang dulu.
dan aku kembali memainkan peranku, aku ingin kembali seperti kita yang dulu.
bukan aku dengan pacarku, atau kamu dengan pacarmu, melainkan aku dan kamu.
kenangan kita kembali menyeruak ke permukaan pikirku, memenuhi otakku akan gambaran kita yang tertawa, bermain di halaman belakang rumahku, bercanda di ruang tamu, makan bersama di meja makan rumahmu, dan masih banyak kegiatan itu.
dan tentu aku tak pernah mau melakukan apa yang sudah kita lakukan dengan pacarku ini.

hingga waktu berlalu, ternyata aku pun tak berjodoh dengan dia.
kembali aku sendiri, tapi aku masih bisa mengatasi luka ini.
karna kamu yang mengajarkanku, kamu yang membuatku lebih kuat.
aku bisa berdiri tegak, tak seperti dulu ketika aku ingin berdiri tapi ternyata aku hanya bisa terduduk.
aku bisa berjalan dengan tersenyum, tak seperti dulu bahwa aku ternyata hanya bisa berlari dengan menangis.

ketika aku kembali menjalani hidup ini sendiri, aku bertemu dirimu.
dengan senyum terbaikmu kau menyapaku, menanyakan kabarku dan bagaimana hari-hariku,
aku tak sadar, aku begitu larut dalam obrolan ini. lalu aku bertanya, bagaimana kabar kekasihmu.
dan aku seperti terbang ingin tersenyum pada seluruh penghuni dunia ini, saat kau menjawab dirimu telah sendiri.
kemudian, sudah ku tau ini akan berjalan kemana. sudah kuduga sejak dulu, aku dan kamu tak pernah bisa terpisah walau jiwa kita tak bersama dan jarak menjadi penghalang.

ini yang kuimpikan, yang sudah terbayang dalam benakku.
malam ini kau melamar aku, dengan kedua orang tuamu datang ke rumahku.
meminta izin pada kedua orang tuaku yang kulihat sangat bahagia malam ini.
aku menangis, kala orang tuamu berkata “apakah dinda bersedia dipinang oleh putra saya?”
tak kuasa aku menahan tangisku, kemudian aku tersenyum lebar dan berkata, “sangat bersedia”
gemuruh tawa memenuhi ruang tamu rumahku. semua mengucap syukur, dan berdoa akan kelancaran hubungan kita hingga tiba hari pernikahan kita.

sayangku, aku bersyukur atas malam ini.
Tuhan telah menjawab semua doaku, siapa jodohku, dan mengapa aku harus bersabar.
karna anugerahNya itu dititipkan lewat kamu.
terima kasih untuk cinta yang tlah kau nyalakan lagi dan kuharap ini tak pernah mati.

5 thoughts on “cinta sejati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s