pahlawan bangsa

berawal dari nonton infotainment investigasi selebriti sore ini, tiba2 kakakku berceletuk ” eh, ntar ada Budhe Jupe lho pas acara rebutan alat dapur di siramannya Ibas”. dan aku hanya bisa mengulang pertanyaanku “hah? sumpah? beneran?” sampai si kakak gemes sendiri meng-iya-kan.
ternyata beneran ada budheku. di garda depan, rebutan bareng ibu-ibu yang lain. tapi gimana bisa ya budheku diundang pak Presiden SBY? katanya pas Agus nikah ma Anisa Pohan, budhe juga diundang. alasannya karna ikatan ‘Angkatan’ yang kuat.

sekedar bercerita, budheku adalah janda dari salah seorang lettu AL, Lettu Anumerta FX Supramono. salah seorang tentara yang ikut berperang di Perang Timor Timur th 1975. namun, pakdheku ini tewas dibombardir peluru oleh pasukan Fratelin. semua crita tentang pakdheku, hanya kutau dari ibu, bapak, dan budheku. aku hanya tau foto beliau saat menikah dg budheku. aku cuma sekali pergi ke Taman Makam Pahlawan di Surabaya melihat makamnya.

baru-baru ini, awal November saat spupuku, anak budheku menikah di Jakarta, budhe mengumumkan berita gembira. tgl 15 November 2011, budhe dan mas spupuku, diundang ke Surabaya utk menghadiri pengabadian nama pakdhe di Lapangan Tembak Karang Pilang. yang aku ngeh, pasti smua nama pahlawan diabadikan seperti Hall of Fame. tapi ternyata, baru tau sekarang, kalo nama Pakdheku itulah yang diabadikan menjadi nama Lapangan tembaknya menjadi Lapangan Tembak FX Supramono.

aaahh,, betapa bangganya aku ini memiliki alm. pakdhe yang sudah pasti adalah pahlawan bangsa. namanya saja sudah diabadikan, sejajar dengan pahlawan-pahlawan lainnya. aku yakin bila beliau masih hidup sekarang, beliau akan memotivasiku dengan banyaknya cerita sejarahnya. tapi takdir tak kan bisa dilawan. meski aku tak memiliki hubungan darah dengan beliau (budheku yg punya hubungan darah, krn kakak dari bapakku), aku juga ingin memiliki semangat seperti beliau, membela Indonesia.

semangatku ini sudah menggebu sejak aku membaca buku “Negeri 5 Menara”. judul buku ini sudah kutau sejak lama dari tabloid, tapi gak ada keinginan untuk membeli. namun, tiba2 aku membeli buku ini karna buku Dahlan Iskan terbaru yang pengen aku beli belum masuk di toko buku diskon favorit. daripada gak dapet buku, mending beli buku. dan pilihanku jatuh pada buku karya Ahmad Fuadi.

satu frase kalimat yang mampu membiusku, yang berhasil meresap ke relungku “Man Jadda Wajada” yang memiliki arti “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil”. sebuah konsep yang diterapkan di Pondok Madani pada santri-santrinya sejak pertama kali resmi menjadi murid PM. aku sangat terbius dengan cerita yang disajikan bang Fuadi. meskipun ceritanya itu fiktif, tapi banyak terinspirasi oleh pengalaman pribadinya. ceritanya sanggup memberikan berjuta motivasi untukku.

dan sebuah kata mutiara dari ulama Imam Syafi’i juga semakin memantapkan hati ini untuk segera pergi dari kota Malang, pingin PTT.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.

entah mengapa, kata mutiara yang diletakkan di halaman pembuka ini bisa memantapkan hati. untuk pergi ke daerah lain, mengabdikan ilmu yang sudah aku dapat selama 6 tahun di kedokteran. karna memang aku membuat rencana iseng di tahun 2012 utk daftar PTT pusat. untuk mengabdikan diri, dapet uang untuk biaya ambil spesialis dan yg pasti buat jalan-jalan sejenak meninggalkan Malang.

sebenarnya sudah ada rencana lain setelah yudisium, disuruh jadi dosen trs nanti bisa ambil beasiswa ke Cina. tapi ntah kenapa, makin kesini, ternyata pendaftaran dosen di UB sudah buka dan aku ndak ada minat untuk daftar di situ. benernya pengen ambil beasiswanya tanpa jadi dosen dulu, tapi sepertinya sulit diwujudkan. aku masih aja leha-leha sampe detik ini. hanya yang ada di benakku kalo 2011 adl tahunku keliling Indonesia, 2012 baru serius menata hidup.

konsep yg ditularkan lewat buku Negeri 5 Menara ini telah membulatkan niatku untuk Insya Allah mengabdi pada negeri ini. hanya tinggal sholat istikharah untuk lebih memantapkan hati. sungguh aku gak menyesal beli buku ini. ditambah dengan cerita tentang alm. pakdheku, aku berdoa supaya suatu hari nanti, aku bisa membanggakan keluargaku bahkan negeriku lewat upayaku. amin.

Man Jadda Wajada

2 thoughts on “pahlawan bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s