Kepingan Hati

Aku tak mengerti, kemana kau bawa pergi kepingan hatiku.
Hatiku yang telah kau hancurkan, yang telah kau sakiti, namun kepingannya terus saja kau bawa kemana kau pergi.
Aku tak pernah bisa melihatmu utuh di depanku, tapi aku slalu bisa merasakan hadirnya rohmu disini, disampingku.

Tlah kau apakan diriku ini?
Apa sudah kau jampi-jampi agar aku trus saja memikirkanmu?
Meskipun tak pernah kau berbuat magis pada diriku, tapi auramu slalu memancarkan rasa yang manis.
Yang membuatku tak sanggup menolak untuk merindu.

Apakah malam ini kau akan hadir dalam mimpiku?
Seperti malam-malamku sebelumnya.
Dimana kau terdiam tak berbicara banyak, namun tanganmu slalu erat menggenggamku.
Dimana jiwa kita yang belum bersama ini, ditautkan dalam mimpi manis tidurku.
Apakah ada aku dalam bunga tidurmu?

Sudah kuucapkan beribu doa pada Tuhan, untuk meminta kemantapan hati.
Apakah kau masih layak untuk kuperjuangkan.
Masih pantas untuk brada dalam ruang hatiku.
Bila Tuhan mengirimkan sinyal ‘iya’ untukku, maka aku ingin kau juga mendapat sinyal itu.
Namun, bila Tuhan berkata ‘tidak’, maka kau akan kulepas dengan rela, dan kembalikan kepingan hatiku.

Sungguh aku tau,
Malam ini aku merindumu.
Bila kau merasa hal yang sama,
Kau pasti akan mengatakannya.
Hanya itu inginku malam ini.

2 thoughts on “Kepingan Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s