hujat dan cinta buat Malang


halo Malang. kota kelahiranku, kota tempat tinggalku, kota penuh kenangan untukku. waktu PosCinta ngumumin temanya kali ini adalah ‘kota’, pastinya uda bisa ketebak aku bakal bikin surat buat kamu. maklum, belum pernah jadi anak perantauan. terimalah surat cinta pertamaku buat kamu.
kamu banyak berubah. bahkan dulu kamu terkenal dengan kota yang dingin. tapi sekarang? tiap kali aku pergi keluar kota dan ditanya asal dari mana, orang slalu bergumam “wah, dingin ya disana”. aku hanya tersenyum getir sambil berkata “sekarang uda panas”. dan tentu yang banyak berubah dari wajahmu adalah bangunan baru di hampir tiap titik, rumah toko. julukanmu tak lagi Malang kota Bunga, tapi Malang kota Ruko.

tahun 90an.
jalanan di sini masih lengang. tak banyak orang yang memiliki kendaraan bermotor. angkutan umum tak terlalu banyak tapi hampir semua armadanya penuh sesak dengan masyarakat. bahkan aku masih sempat mencicipi naik bemo, kendaraan beroda tiga yang cuma muat 8 orang termasuk supir. entah lama-lama, bemo punah, digantikan mikrolet. yah, aku menjadi pelanggan setia mikrolet ABG dan MM waktu SD.ku pindah ke jl. Kelud. dan aku juga sempat bersepeda berangkat dan pulang menuju SD.ku (yang lagi-lagi pindah tempat) di jl. Soekarna-Hatta. siang pulang skolah, balapan di depan taman krida bareng temen2 kecil yang sekarang uda gak mungkin bisa lagi (suhat uda rame banget T_T dan gak ada yang aku ajak balapan lagi)

tahun 2000-2002
makin sering aku menapakimu, menyusuri jalan kecil dari rumahku menuju jl. Dr. Cipto. bukan karna pengen sehat, tapi karna terpaksa. mikrolet jalur kesayanganku ABG, selalu penuh sesak dengan remaja berseragam putih-biru atau putih-abu2. jadi kalo aku kesiangan berangkat sekolah, ya terpaksa jalan kaki. tapi sejuknya udara pagimu tak pernah membuatku bermandi keringat walau harus berjalan 3 km.

tahun 2002-2005
inilah masa terindah bila orang bilang. masa SMA. aku masuk salah satu SMA favorit di Malang. di tahun ini pula aku melihat wajahmu sudah berubah. mulai banyak rumah toko berdiri, pinggir jalan kini mulai jadi tempat parkir mobil dan sepeda motor. bahkan tempat parkiran sepeda motor di sekolahku slalu penuh sesak. yah, Malangku tak lagi sejuk. tercemar asap kendaraan yang menyemut di jalananmu.

tahun 2005-2011
aku kuliaahh. masih dalam jantung hatimu. emakku gak bisa jauh dari aku, begitu pula aku tak bisa jauh dari ibuku (sebut aku mbok-mbok’en, hehe). parkiran di kampus dari yang awalnya sepi-sepi aja, lama-lama uda berubah jadi showroom. jalananmu pun macet dimana-mana. trutama di jembatan Suhat kalo berangkat ke kampus. dan oiya, aku ingat waktu itu ada demo menolak pembangunan Matos, mall di depan kawasan pendidikan. aahh, itu mahasiswa yang dulu demo tolak Matos sekarang pasti mainnya juga kesitu. wahaha. Malang emang butuh hiburan. hiburanku maen ke 21 rela bolos kuliah demi nonton Harpot perdana bareng (mantan) pacar.

sekarang.
Malang sepertinya hampir bernasib malang. macet dimana-mana, udara makin panas, bangunan ruko bertebaran dan (ini yang dahsyat) mini market bernama Alfamart dan Indomaret mudah dijumpai dalam beberapa meter di sepanjang jalanmu.
Malang, aku sudah menghujatmu. Bukan! aku menghujat orang-orang yang membuat kamu ingin menangis. betapa kejamnya mereka merusakmu. apa oknum-oknum itu cuma numpang lahir doank di bumi Arema ini? apa maksud mereka cuma mengeruk pundi-pundi dari keindahanmu ini?

tapi, aku tetap cinta Malang. aku sayang kamu. meski kamu kuhujat bertubi-tubi, aku sering kangen baksomu, kangen pangsitmu, kangen cafemu. bakso Malang gak ada yang bisa nandingi rasanya, di kota lain kalo nyicip bakso rasanya gak ada yang seenak baksomu.
senyinyir-nyinyirnya mulutku ngomongin oknum perusak tubuhmu, aku slalu pengen cepet pulang. karna disinilah, keluargaku ada. tempat tinggal orang yang kusayang. tempat bersemayam abadi kenangan-kenanganku bersama mereka.

apa uda pantes belum aku pamitan sekarang? kayaknya sih belum pantes. tapi aku mau cerita ke kamu. bulan depan, ada pendaftaran PTT. aku pengen ikutan itu. doain aku diterima ya. walaupun bikin kita terpisah, tapi kamu pasti rela melepas aku demi kebaikanku, demi karirku. yakin aja aku selalu mencintaimu apapun keadaanmu. karna aku Arema, arek Malang asli. aku pasti kembali ke tanah kelahiranku, ke tempat kasih sayang aku dapatkan.

aku cinta kota Malang! jaya Malang!

penghunimu selama 23 tahun 10 bulan,
Retha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s