terima kasih dunia

selamat pagi dunia.
selamat pagi mentari yang menyambutku di kamar hotel ini.
selamat pagi untuk burung-burung yang berkicau merdu di atas pepohonan rindang ini.

ingin kuhaturkan beribu atau mungkin berjuta terima kasih padamu. pada dunia yang membelaiku, yang memberikan aku ajaran hidup, bagaimana kerasnya dunia ini hingga akhirnya bisa kutaklukan. aku memang bukan siapa-siapa bagimu, tapi engkau segalanya bagiku. karna hanya kau yang kumiliki, satu-satunya yang pantas untuk kuberi ucapan terima kasih ini.

bila hari ini aku bisa sukses, aku bisa menghirup segarnya udara pagi di negara lain, ini semua berkat kamu dan orang-orang sekitarku yang mendukungku.
bila kemarin aku masih dicaci maki dengan ide konyolku, itu hanya karna mereka belum mengetahui bagaimana hebatnya aku dan kamu.
aku tak memiliki ayah dan ibu lagi. juga tak memiliki saudara kandung. apalagi istri dan anak. lalu pada siapa lagi aku mengirimkan surat cintaku ini bila bukan padamu, dunia?

kau yang mengajarkan aku bertahan hidup. yang memberiku banyak kenalan baru, bisa kawan yang baik atau yang hanya memanfaatkan aku. tapi tak apa. itu smua karna aku butuh proses hingga mencapai sukses ini.
meskipun aku tak memiliki keluarga yang bisa menjadi tempatku berkeluh kesah, toh aku punya kamu. di dalam wajahmu masih banyak wajah-wajah anak yatim piatu yang selalu tersenyum saat menyambutku datang ke panti asuhan. masih ada gelak tawa dari ibu-ibu janda pengurus yayasan sosial ketika aku sengaja sowan ke tempat mereka. ya itulah dunia yang di dalamnya begitu banyak tangis dan tawa. sehingga aku tak pernah merasa sendirian.

kutulis surat cintaku ini padamu. kuselipkan air mata di dalamnya kala aku menulis. kuuntai rangkaian senyum di tiap gores penaku. bila akhirnya aku nanti tinggalkan kamu, jangan pernah bersedih. masih banyak orang di sana yang juga sebatang kara seperti aku, tapi sungguh mencintaimu dengan tulus.

sekaligus ini menjadi surat wasiatku.
jika tiba saatnya aku menutup mata untuk mengakhiri usiaku, aku tak ingin jasadku hanya dikubur begitu saja dalam tanah, tak menjadi manfaaat bagi orang lain. biarkan aku mendonorkan organ-organ tubuhku ini agar bisa membantu orang lain, membantu dunia bisa menjadi lebih bermakna dengan kehadiran orang-orang baru. utamanya dengan korneaku, aku bisa membantu mereka yang slama ini hanya hidup dalam gelap agar bisa mengetahui indahnya sekaligus kejamnya dunia.

terima kasih dunia,
dari aku penghunimu yang tak abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s