antara luka dan cinta

kepada yang terhormat,
suamiku.

ingin kusampaikan isi hatiku, yang lama kupendam, yang tak pernah kuungkap meski kau sudah bertanya. namun, di surat ini, aku berani menjawab semua pertanyaanmu sekaligus aku ingin bercerita bagaimana rasanya menjadi istri keduamu. istri yang kau sembunyikan dari istri sahmu.

bila kau bertanya, kenapa diriku murung kala itu. tentu saja karna aku merindukanmu. aku juga ingin dipeluk dan dibelai mesra saat kita santai di sofa. aku juga ingin bisa membuatkanmu sarapan, makan siang dan makan malam lengkap seharian. tapi tak pernah bisa. kau pasti lebih mengutamakan anak-anakmu.

aku selalu iri. aku selalu dengki pada istrimu itu. dia bisa mendapatkan semuanya. aku? yah, aku mendapat materi yang lebih dari cukup, tapi aku kurang mendapat kasih sayang. dan yang paling utama, istrimu bisa mendapat keturunan dari dirimu. sedangkan aku? tak kan pernah bisa, karna kamu tak pernah mau.

sudah berulang kali aku berusaha untuk pergi dari kehidupan ini. yang kupikir selalu ada luka yang menganga. tapi aku selalu kembali lagi. seperti terperosok dan terjebak lagi dalam sebuah alasan konyol. cinta. aku mencintaimu. ternyata memang cinta bisa mengalahkan semua-muanya. aku tak pernah bisa lepas darimu. seolah ia yang menjadi penawar luka perihku ini.

benarkah seperti ini garis hidupku? yang selalu kau sembunyikan dari dunia luar. dimana aku selalu berbohong pada orang lain. aku juga ingin jujur, bila aku juga istrimu. meski hanya nikah siri.
dan bolehkah aku bermimpi di antara luka yang kuciptakan ini dengan cinta yang kau beri padaku? bila boleh, aku ingin suatu hari nanti, kamu akan ada seutuhnya, jiwa dan raga, untukku seorang.

cintamu yang terlarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s