Pada Dia yang Tak Merasa

Kepada dia yang tak merasa.

Dicinta tapi tak mencinta.
Dirindu tapi tak merindu.
Seperti perahu yang berlayar tapi tak tahu dimana akan berlabuh.
Seperti burung yang terbang namun sayapnya patah.
Bertahan dalam kegetiran.
Berdiam dalam ketidakpastian.
Maju namun terhalang.
Mundur tapi didorong.

Lalu,
Apalah arti mencinta, merindu, berjuang bila ternyata tak merasa.
Kemudian,
Menjadi timbul sebuah pertanyaan tak memiliki jawaban.

Sebuah penantian hanya akan sia-sia bila kita masih sama.
Kita tak akan pernah menjadi kita.
Karena kita tak pernah merasa menjadi bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s