Selamat Tinggal

Untuk kesekian kalinya, aku mengucap selamat tinggal. Secara sadar pasti ada hal-hal yang harus ditinggalkan. Hal yang sudah memberi tawa dan air mata sekaligus. Kali ini aku bukan menyerah, aku bukan putus asa.

Lagi-lagi, puisi inilah yang menguatkanku. Kepada siapapun penulis puisi ini, terima kasih dan mohon ijin mempublikasikan lagi.

kenapa kita menutup mata ketika tidur ?
ketika kita menangis ?
ketika kita membayangkan ?
ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat..

ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan
tapi ingatlah,,,
melepaskan bukan akhir dari dunia
melainkan awal suatu kehidupan baru..

kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
mereka yang tersakiti
mereka yang telah mencari
dan mereka yang telah mencoba
karena merekalah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…

kita semua aneh,,
dan hidup sendiri juga agak aneh..
dan ketika kita menemukan seseorang,,
yang keunikannya sejalan dengan kita,,
kita tergabung dengannya dan jatuh ke dalamnya..
keanehan itu yang dinamakan cinta…

cinta yang agung
adalah ketika kita menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
dan kamu masih menunggunya dengan setia..
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum,,,
sembari berkata
‘aku turut berbahagia untukmu’

apabila kamu benar-benar mencintai seseorang
jangan lepaskan dia…
jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti
kamu benar-benar mencintai..
melainkan berjuanglah….
demi cintamu…
dan itulah cinta sejati..

apabila cinta tidak berhasil bebaskan dirimu,,
biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
terbang ke alam bebas lagi..
karena orang terkuat bukan mereka yang selalu menang
melainkan mereka yang tegar ketika mereka jatuh..

mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan,,
melainkan bagaimana kamu memaafkan..
bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,,
melainkan bagamana kamu mengerti..
bukanlah bagaimana kamu melepaskan,,
melainkan bagaimana kamu bertahan..

dalam cinta,, kita sangat jarang menang..
tapi ketika cinta itu tulus dan kita kalah,,
kamu tetap menang,, hanya karena kamu berbahagia
mencintai seseorang lebih dari mencintai dirimu sendiri

karena akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti
berhenti mencintai seseorang..
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita..
melainkan karena kita menyadari,,
bahwa dia akan lebih berbahagia bila kita melepaskannya……………

Kali ini, tak ada air mata pada perpisahan ini. Aku yakin, selamat tinggal ini sudah direstui olehNya, demi kebaikanku utamanya.

Kamu, yang 3 bulan ini sudah mencampur aduk perasaanku, membuat aku bertanya tapi sulit mencari kemana jawabnya, malam ini aku mantap mengucap selamat tinggal. Lebih baik kita seperti ini, diam, tak mencari dan tak dicari.
Makin menjadi rasa itu setelah aku membaca pesan sahabatmu yang meneduhkan, “Ret, kalo cowok itu serius ma kamu, dg segala hal dia akan memperjuangkan kamu. Tapi bila dia tak memperjuangkanmu, mending cari yang lain krn dia ga layak buat kamu. Tawakaltualallah, urusan jodoh, rezeki, maut ada di sana”

Bahagialah aku.
Kemudian baru bahagialah kamu.
Trimakasih telah menjadi inspirasi berjuta aksara ini.
Semoga kita dipertemukan lagi di lain kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

Untukmu,
Yang terpisah (kurang lebih) 380 km.

4 thoughts on “Selamat Tinggal

  1. The General says:

    Hahaha.. Galo kok terussss.. Wkwkwkk

    Dia menganut prinsip bola basket, selalu di dribel2, wkwkwkwk…

    Kamusabaro yooo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s