Sosok dalam Layar Handphone

Aku jatuh cinta pada sosok yang kupandang di layar handphone. Senyumnya ceria, tangannya memegang cangkir berisi kopi. Asapnya masih mengepul.

Aku jatuh cinta pada rangkaian aksara yang dia tulis. Menceritakan kisah hidupnya yang pahit. Kisahnya mengapa sama dengan kisahku? Kebetulan?

Aku jatuh cinta pada tawanya ketika kupanggil dia ‘kak’ di email yang kukirim padanya. Kubayangkan saja seandainya dia tertawa di depanku. Memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Aku makin jatuh cinta ketika isi email yang dia kirimkan padaku berisi dia mau bertemu denganku. Dia mau membaca langsung naskah ceritaku. Dia bersedia menjadi editor naskah yang akan kujadikan buku.

Lalu, aku menantikan hari itu. Kukenakan pakaianku dengan rapi. Kurapikan jilbabku berulang-ulang. Disertai jantung yang berdegup kencang, kuberanikan keluar dari mobil. Kulihat sudah ada sosok yang biasa kupandang di layar handphone duduk di dekat pintu kaca berkutat dengan netbook.

“Hai”, kusapa dia.

“Siska?” matanya melihat diriku seperti melihat hantu dihadapannya.

“Iya. Maaf ya nunggu lama.”

“Kamu lain dari foto di layar handphoneku. Duduk dulu.”

Dia menyeret kursi di depannya agar aku bisa duduk di situ. Manis.
Kini sosok yang biasa kupandang lewat layar handphone ada nyata didepanku. Memakai kacamata saat membaca naskahku makin membuat aku melamun kemana-mana.

Sesaat, lamunanku buyar.

“Naskahmu bagus. Alurnya dapet. Tapi ada beberapa yang harus diperbaiki lagi. Ntar aku baca sekali lagi ya”

“Iya kak. Makasih.” Senyumku lebar.

“Gak usa panggil kak deh. Umur kita sama. Panggil aku Omen”

Aku mulai membuat topik perbincangan lain. Menanyakan pada dia bagaimana menulis dengan benar dan menambahkan emosi di dalamnya. Dia menjelaskan begitu telaten. Diselingi guyonan ringan dan dihiasi tawa yang membuat deretan giginya terlihat itu membuat aku makin meleleh. Sampai tak sanggup berkata apa-apa lagi.

Omen mulai rajin mengingatkanku agar segera menyelesaikan naskah ini. Dia mau membantu mencarikan penerbit untuk buku ini. Perhatiannya sepertinya sudah lebih dari hubungan profesional. Dia mulai rajin mengingatkanku waktu makan dan minum vitamin agar aku tak jatuh sakit. Dengan beberapa semangat dari dia, naskahku sudah disetor ke penerbit.

Satu pesan singkat masuk ke handphoneku.

Besok kita ketemu di La Pasto ya jam 4 sore.

Besok? Aku tidak punya janji apa-apa. Ada apa besok? Sudahlah, datang saja dulu baru tahu ada apa besok.

Kulihat restoran ini seperti biasa. Memutar lagu slow yang membuat suasana makin romantis. Aku belum menemukan sosok Omen ada disini. Kupilih tempat duduk di luar. Sore ini cerah dengan angin bertiup semilir.

“Dor!” Omen mengagetkanku.

“Tebak coba, kenapa aku buat janji mendadak?”

Aku menggelengkan kepala.

“Naskahmu diterima penerbit. Mereka mau cetak 500 eksemplar. Free. Gak dipungut biaya”

Spontan, karena saking girangnya aku melompat dari kursiku dan memeluk dia.

“Omeeenn. Makasiihh.”

Dia membalas pelukanku. Hangat. Tentram. Kemudian dia mengeluarkan secarik kertas dari tasnya. Kertas berwarna biru muda yang dilipat menjadi dua.

Jika mereka mencintaimu karena mereka membutuhkanmu, maka aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu. Selamanya. Di hidupku.

Air mataku mendesak keluar dari sumbernya. Senyumku memaksa menungging di bibirku.
Aku jatuh cinta padanya sejak awal melihat sosoknya di layar handphone, lalu menjadi makin jatuh setelah bertemu dengannya. Dan kini dia mengatakan bahwa dia membutuhkanku.

Kupandang dia, dia tersenyum. Tangan kami bergenggaman, lama. Menikmati matahari yang akan tidur di ufuk barat. Senja. Bersamanya sosok dalam layar handphone yang suhu di tangannya hangat dan hembusan nafasnya yang bisa kurasakan.

Sebuah suratan dari Sang Pencipta yang indah. Bila Tuhan telah berkata, siapa yang bisa menyangkalnya?

2 thoughts on “Sosok dalam Layar Handphone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s