Selamat Ulang Tahun, Kamu!


27 Maret 2012
Hari itu kau akan genap berusia sepuluh tahun. Kau pasti telah menjadi seorang bocah laki-laki yang tampan, yang mungkin sudah banyak anak perempuan diam-diam menaksirmu.

Sepuluh tahun yang lalu, ibu melahirkanmu antara perasaan senang dan sedih. Senang karena aku menjadi wanita sempurna, bisa menjadi ibu. Tak banyak wanita di luar sana yang bisa merasakan bahagianya melahirkan bayinya secara normal. Sekaligus aku bersedih di saat aku mendengar tangisanmu. Itu tangismu yang pertama dan terakhir yang bisa kunikmati. Di hari ini aku ingin menyusuimu, tapi tak bisa. Aku ingin memelukmu, beruntunglah suster itu baik hati. Menggendongmu dan meletakkanmu lembut di sebelahku. Kucium kamu, cium perpisahan.

Maafkan ibumu ini, nak. Maafkan ibumu karena telah menjualmu pada keluarga yang jauh lebih kaya dari ibu. Seandainya ibu memiliki harta cukup untuk menghidupi keluarga kecil ini, ibu tak kan pernah menyerahkanmu pada keluarga itu. Tenang saja, ibu sudah banyak menimbang memilih di saat calon mamamu datang pada ibu dan menceritakan kegelisahannya sudah sembilan tahun belum dikaruniai seorang anak. Ibu iba pada dia, sekaligus ibu sadar diri bila ibu yang membesarkanmu, kamu hanya akan susah. Seperti anak kecil di sini, di saat harus bermain, mereka malah menjajakan kue dagangan ibunya. Ibu tak mau itu terjadi padamu. Ibu rela menyerahkanmu pada keluarga yang tepat yang bisa memberikan segalanya bagimu.

Aku selalu memendam rindu. Tak jarang aku menangis ingin bertemu denganmu. Tapi bila aku bertemu denganmu, pasti akan timbul keinginan untuk memelukmu. Lalu bila sudah memeluk, pasti ibu ingin menciummu. Kamu pasti jijik melihat penampilan ibumu ini yang terlihat seperti gembel. Atau mungkin kau akan ketakutan kemudian berteriak, “ORANG GILA!“. Lebih baik begini saja, mendoakanmu menjadi solusi yang tepat untuk saat ini.

Entah kapan dan bagaimana caranya, ibu yakin Tuhan akan mempertemukan kita di saat yang tepat. Mungkin mamamu yang bercerita jujur atau mungkin ibu jatuh sakit dan butuh darah dari kamu. Tak ada yang tahu itu. Yang pasti di tiap doaku pada Tuhan, kuselipkan nama yang tak pernah kuberikan untukmu, Bagus. Semoga kau menjadi anak yang berbakti dan sayang pada keluargamu.

Selamanya, kau tetap anakku.

Selamat ulang tahun ke-sepuluh, Bagus.

One thought on “Selamat Ulang Tahun, Kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s