Cinta dalam Diam

Dalam diam kucintai dirimu.
Dalam sunyi kupuja dirimu.
Dalam hening kurindu dirimu.

Aku mencintaimu dalam diamku.
Tak sanggup aku berkata ketika bertatap mata denganmu.
Lidah terasa membeku dan diri bagai tersengat listrik saat kau sapa diriku.

Kita hanya terpisah sebuah tembok. Aku menempelkan telingaku di tembok sambil berharap bisa mendengar dengkuran halusmu saat tidur. Berharap tembok itu berlubang dan aku bisa menyelinap masuk ke dalam kamarmu kemudian mengelus rambut lurusmu.

Entah sampai kapan aku hanya bisa mengagumi dirimu saat kau tertawa terbahak.
Entah kapan aku berani mencintaimu dan keluar dari diamku.
Hanya karena sebuah kalimat “semua indah pada waktunya” yang membuat aku hanya berani pada cinta dalam diam.
Seperti berharap ada keajaiban tanpa mengusahakan hal lain.

Kutatap tembok pemisah kita, kubisikkan “aku mencintaimu”

2 thoughts on “Cinta dalam Diam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s