Cemburu, Bertahan atau Bertindak?

Siapa yang tak mengenal kata cemburu? Tiap manusia yang sedang dipanah asmara pasti akan merasakan cemburu. Bahkan tak perlu sedang jatuh cinta juga bisa merasa cemburu, misalnya pada saudara kandung. Tapi kadar cemburu yang dirasakan pada masing-masing insan itu tak sama. Sehingga pastinya cara mengatasi cemburu itu berbeda sesuai kadarnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cemburu memiliki arti merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik; kurang percaya; curiga (karena iri hati). Bisa disimpulkan bahwa satu penyebab cemburu yaitu kurang percaya. Bisa karena kurang percaya pada kemampuan diri sendiri atau malah kurang percaya pada pasangan kita.

Tak percaya pada diri sendiri membuat kita merasa orang lain bisa melakukan hal yang tak bisa kita lakukan pada orang yang kita sayang. Bukannya tiap manusia sudah diberi berkah oleh Tuhan dengan memiliki kelebihan dan diminta untuk saling melengkapi kekurangannya dengan berbagi kelebihan itu bersama orang lain? Apalagi kalau kita kurang percaya pada pasangan kita. Pasti akan merasa bila dia memuji orang lain, seolah-olah kita diberi peringkat nomor dua. Padahal semua pasti tau bahwa inti dari berpasangan adalah saling percaya.

Saya setuju bila cemburu bergandengan dengan sayang, kalo gak sayang gak bakal timbul rasa cemburu pasti. Begitu pula sebaliknya. Banyak yang bilang kalo cemburu itu bumbu cinta. Lagi-lagi saya setuju, kalo gak dikasih cemburu, gak bakal ada marah-marah trus gak bakal ada episode maaf-maafan yang bikin sayang-sayangan lagi dong. Selama cemburu itu tidak merugikan kedua belah pihak, sah-sah aja terlibat dengan urusan itu. Tapi bila cemburu sudah membuta kemana-mana, bahkan melibatkan orang ketiga, keempat, dan seterusnya, cemburu hanya akan menjadi sakit hati yang tak terobati.

Kalau sudah dilanda cemburu ma orang lain, bagaimana kita harus bersikap? Pertama, pastikan cemburu yang kita alami itu bukan cemburu yang berlebihan. Kedua, yakini diri sendiri bahwa kita memiliki banyak kelebihan dibanding dia yang bikin kita cemburu. Ketiga, sampaikan pada pasangan kalo kita lagi cemburu. Kalo jurus ketiga uda dilakukan, yakin deh pasangan kita bakal ngelus kepala kita sambil bilang “Ngapain cemburu ma dia? Kamu itu lebih buat aku”. Pasti langsung klepek-klepek deh kalo digituin. Hahaha.

Tapi kalo kamu pas di posisi sebagai pasangan orang yang cemburu, kamu harus bisa ngeyakinin pasanganmu kalo dia bisa berbuat lebih baik dari orang yang dia cemburuin atau bikin dia semangat dengan cemburu itu agar berbuat lebih positif dan lebih produktif dan yakinkan dia kalo kamu sayang dia tulus, apa adanya, dan gak mau dia berubah jadi orang lain. Intinya, kembalikan rasa percaya diri dia karena percaya diri akan memusnahkan cemburu itu.

Mau bertahan atau bertindak dengan rasa cemburu itu? Itu kembali pada perasaan dan kata hati kecil kamu. Karna hati kecil itu bisa memberi masukan yang manfaat. Bertahan dengan letupan cemburu kecil dalam hubungan asmara akan menjadikan hubungan tadi makin mesra, tapi bertahan dengan ledakan cemburu buta hanya memberi perih di hati sehingga kita perlu bertindak bila cemburu itu tak bisa dikendalikan.

Bertahan sekaligus bertindak ketika cemburu menjadi solusi yang tepat. Bertahan karna akan menimbulkan semangat baru untuk berbuat lebih positif dan bertindak dengan cara jangan pernah segan untuk bilang cemburu ke pasangan kita. Daripada dipendam terus di hati, malah bikin dosa karena uda iri ma orang lain dan bikin kita bertanya-tanya dengan pertanyaan yang jawabannya aja kita gak tau pasti.

Cemburu itu perlu. Tapi jangan jadikan cemburu sebagai bumbu cinta selamanya. Percaya pada pasangan adalah dasar berhubungan awet selamanya. ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s