Ini Pundakku Buat Kamu

Laksmi membuka pintu kamar Tegar. Tegar sedang terlelap dan tidur dengan memasang muka penuh kedamaian. Laksmi menatap ke arah foto-foto yang tergantung rapi di dinding kamar. Dada Laksmi makin terasa sesak, sebenarnya dia ingin berteriak pada dunia bahwa dia lelah. Namun, dia tidak boleh lelah demi Tegar, demi keluarga kecilnya. Laksmi duduk di sebelah Tegar, membelai lembut rambut putra kecilnya itu. Meneteslah air mata Laksmi.  

Sayang, ibu mencintai kamu apapun keadaanmu. Bagaimanapun kekurangan fisik maupun psikismu.
Ibu beritahu ya sayang. Dunia ini kejam, tak semudah seperti cerita yang ibu ceritakan sebelum kamu tidur atau diceritakan oleh Bu Indri di sekolah.
Hidup ini tak selalu ada di atas, terkadang kita akan berada di bawah untuk merasakan bagaimana rasanya bangkit. Tapi jangan pernah jadikan kekuranganmu sebagai alat agar dunia mengasihani kamu. Jadikan kelebihanmu itu, Nak, untuk memberitahu dunia bahwa kamu layak lahir di dunia ini.
Manusia itu juga diciptakan untuk berpasang-pasangan, Nak. Kelak kamu nanti juga akan bertemu dengan wanita yang mencintaimu tulus seperti ayah mencintai ibu. Sekali lagi, jangan minder dengan kekuranganmu. Tunjukkan pada mereka semua kamu mempunyai kelebihan yang tak dimiliki laki-laki lain.
Nak, bila kamu merasa kesepian, ingatlah kamu punya ibu. Ibu adalah milikmu selamanya. Dan jangan pernah malu untuk menangis meski kamu laki-laki. Menangislah di pundak ibu dan ibu akan memelukmu kemudian menyembuhkan semua lukamu.  

Pintu kamar terbuka lagi, kali ini Bagas, suami Laksmi yang masuk.  

“Tegar dibangunin dulu ya sayang. Biar gak telat ke tempat terapi.”  

Cerita ini aku dedikasikan kepada seluruh ibu di dunia yang selalu sabar merawat putra-putrinya (yang diberi cobaan) memiliki kekurangan fisik ataupun psikis dan setia menjadi tempat berkeluh kesah sang anak.  

When you need a shoulder to cry on
When you need a friend to rely on
When the whole world is gone
You always have my shoulder to cry on~  

*inspired: Tommy Page – A Shoulder to Cry On*

2 thoughts on “Ini Pundakku Buat Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s