DOR!

image

“Jadi, sekarang kita ngapain?” Rama sudah bosan menghabiskan setengah hari ini dengan nonton DVD di kos Nia.
“Gimana kalo main salon-salonan?” Nia mulai semangat menggebu.
“Aduh, masa aku cowok disuruh main begituan?”
“Udah, nurut aja ama aku. Ntar aku bikin kamu lebih ganteng.”
“Menurutmu selama ini aku gak ganteng?”
“Ih, aku bilang bikin lebih ganteng. Udah sini bobok di sini.”
“Bobok di sini?” Rama melirik ke arah bantal yang ada diletakkan di paha Nia.
“He’em. Cepetan sini.” Rama meletakkan kepalanya pelan di bantal tadi. Detak jantungnya mulai nakal, berdetak agak kencang.
“Rileks. Merem ya.”
Nia mulai memijat lembut wajah Rama sambil melumurinya dengan pembersih wajah.
“Ini wajahnya kaku amat sih. Kerut-kerutnya juga uda mulai banyak.”
“Cerewet.”
“Bibirnya ya gak usa dimonyong-monyongin gitu juga kali.”
“Gimana gak monyong? Itu kamu mijetnya keras banget.”
“Bilang dong. Biar aku kurangi kekuatanku mijetnya. Sengaja sih pijetnya keras, abisnya kayak mijet kayu.”
“Nakal!”

Selesai membersihkan sisa pembersih dengan waslap basah, Nia memindahkan bantal yang ditiduri Rama ke lantai.
“Lho kok dipindah sih?”
“Kesemutan. Sakit.”
“Trus ini udah?”
“Masih mau?”
“Kirain bakal lama kayak kamu biasa perawatan di klinik kecantikan.”
“Ahaha, tadi ngomel sekarang malah ketagihan. Bentar. Aku ambil masker dulu.”
“Bentar.”
Rama menarik leher belakang Nia dan merapatkan mukanya dengan muka Nia. Nia kaget. Dan Rama melumat bibir Nia dengan lembut untuk beberapa detik.
“Hehehe.”
“Bikin kaget!” Nia mencubit lengan Rama.
“Ntar lagi maskeran ya, trus aku siap-siap. Kita makan di luar.”
“Siap Nona.”

Tiga puluh menit berselang mereka berdua sudah siap. Nia hanya terduduk di kursi depan. Perasaannya tak enak, aneh.
“Hei. Diem terus dari tadi. Jangan gitu dong.”
“Ada yang aneh. Perasaanku gak enak.”
“Gak enak kenapa? Mumpung aku di Malang nih. Kita gak LDRan hari ini.”
“Tetep gak enak secara tiba-tiba.”
“Udah. Gak usa dipikirin. Kita mikir senang-senang aja.”
Sementara mereka melanjutkan obrolan mereka dengan Rama masih memegang kemudi mobilnya, di luar sana dari arah berlawanan, sebuah mobil melaju kencang dan mulai masuk ke bahu jalan sebelahnya. Mobil itu menyalip sepeda motor di depannya tanpa melihat apa ada halangan di depannya. Tiga detik kemudian, terdengar benturan yang sangat keras. Mobil tadi menabrak mobil Rama.
Nafas Nia megap-megap. Dia ingin menggapai tubuh Rama tapi sulit. Nia berteriak. Matanya membuka. Sekelilingnya remang-remang, tapi ini masih di kamar kosnya sendiri.
Nia, tenang. Tenang. Tadi cuma mimpi.
Nia bangun dari tempat tidurnya. Mengisi gelas kosongnya dengan air putih kemudian minum dengan cepat. Kepalanya masih pusing karena mimpi buruknya tadi.
Nia mengambil ponsel pintarnya. Dilihat ke pojok kanan atas yang menunjukkan jam 01.45. Di pojok kiri ada gambar amplop tanda sms masuk belum dibuka.
From: Cindy Jogja
Nia, dr sore td kita ga bs hubungin Rama. Hapenya gak aktif. Mgkn dia ngasih tau lo dia kmana?

Isi pesan singkat itu langsung membuat Nia kelimpungan.
Mimpiku jadi kenyataan?
Mulai tadi siang Nia sibuk dengan kerjaannya hingga pulang ke kos langsung tertidur. Tak sempat lagi mengirim pesan pada Rama.
Nia sibuk memencet tombol nomor telepon Rama. Yang terdengar suara perempuan yang memberitahukan nomor Rama tidak aktif.
Nia membuka lemarinya dan menarik beberapa helai baju dan dalaman. Dimasukkan acak-acakan ke dalam ranselnya. Sudah tak sabar segera pagi agar bisa naik kereta api ke Surabaya langsung lanjut Jogjakarta.

Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Tok tok tok
Jam 02.00 WIB.
Siapa tengah malam begini mengetuk pintu kamarku?
Gelap, begitu yang Nia lihat tepat setelah dia membuka pintu kamarnya. Tapi ada lilin yang seperti melayang menuju ke arahnya. Bukan melayang, tapi dibawa seseorang. Rama.

Happy birthday to you,
happy birthday to you,
happy birthday dear Nia,
happy birthday to you~

Rama membawa kue ulang tahun dengan satu lilin menyala tepat di tengah kuenya. Di belakang Rama terlihat ibu. Senyum Nia mengembang paling lebar.

-Marcell, Firasat-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s