Kembalikan Hidupku!

Apakah kau tak melihatku?
Sedari dulu aku masih saja terduduk di sini, tiada bosan memandangi dirimu. Gerakmu yang luwes, sikapmu yang anggun, senyummu yang menawan dan tingkahmu yang kadang kekanakan.
Apakah kau tak merasakan hadirku? Bahkan aku selalu ada di tiap kau membutuhkan diriku. Aku adalah orang yang paling setia pada dirimu karena aku ikut tertawa saat kau tertawa dan aku ikut menangis ketika kau bersedih.
Apakah kau tak ingin membalas perasaanku? Ini perasaanku tulus. Kau adalah yang pertama yang membuat segalanya bisa terjadi. Membuat aku sanggup melakukan segalanya tanpa meminta pamrih. Walau sebenarnya aku ingin memintamu satu hal, kembalikan hidupku.
Entah aku yang bodoh atau terlalu percaya pada semua indah tepat pada waktunya.
Hidupku memang tak pernah lagi sama sejak kau hadir dalam keseharianku. Kau datang tanpa kuundang tapi kala aku sudah lelah akan kehadiranmu, aku tak kuasa mengusirmu pergi.
Dengarkan eranganku!
Kembalikan hidupku!
Kembalikan hatiku agar aku bisa menatap dunia lain dan menata hati yang sudah kau campakkan.
Sudahlah, tak perlu kuperjelas lagi cinta(pertama)ku yang tak pernah mendapat kepastian darimu.

(Letto-Kepada Hati Itu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s