Cinta Itu Sederhana

Biarkan disini aku berkata, cinta itu sederhana.
Sederhana seperti kita mencari air saat haus dan sederhana seperti kita membuang barang yang sudah rusak.
Siapa yang tak pernah merasakan cinta? Semua pasti pernah.
Dimulai dari cinta pada lawan jenis (bahkan beberapa merasakannya pada sesama jenis)
Belum merasakan? Masih ada cinta dari orang tua.
Tapi bila tak merasakan orang tua sejak kecil? Kita masih punya Tuhan yang cinta kita.

Cinta. Membuat benci menjadi rindu, rindu menjadi benci. Sederhana.
Cinta. Berisikan rindu dan cemburu. Sederhana.
Cinta. Mudah mengawali, sulit mengakhiri. Sederhana.
Cinta. Teman menjadi kekasih, mantan kekasih menjadi mantan teman. Sederhana.
Cinta. Dua raga menjadi satu jiwa. Sederhana.
Cinta. Antara kebutuhan dan keinginan. Sederhana.
Cinta. Sesaat atau selamanya. Sederhana.
Cinta. Bersatu atau terpisah. Sederhana.

Begitu sederhananya cinta, manusia mulai mencari letak kerumitannya. Dan itulah yang menjadi alasan tak akan pernah cinta itu tulus.
Cinta itu biarkan saja mengalir seperti air. Tapi jangan biarkan air tadi menggenang. Karena akan menjadi keruh.
Cinta itu biarkan saja mengisi seluruh lubuk hati. Tapi jangan sampai kau dustakan Tuhanmu. Karena Dia yang menciptakanmu.
Bila memang sudah cinta, maka awalilah dengan berani.
Bila memang suatu hari harus diakhiri, akhirilah dengan berani pula.

Katakan.
Cinta itu sederhana.

(Repost note FB. Januari 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s