Pertunangan

Cantik.
Salah. Lebih cantik.
Wanita yang berdiri di sebelah kirimu tampak lebih cantik dari diriku. Berbalut kebaya berwarna merah ditambah payet warna emas membuatnya menjadi wanita yang tampak anggun. Terlebih lagi sudah melingkar sebuah cincin dengan mata yang mengeluarkan cahaya mengkilat bila tertempa blitz kamera di jari manis tangan kirinya yang membuatnya terlihat sebagai wanita sempurna.

Ganteng.
Bukan. Agak ganteng.
Itu baru kamu. Mengenakan batik lengan panjang. Bukannya kamu paling susah mengenakan batik? Bukannya harus dipaksa terlebih dahulu? Siapa akhirnya yang berhasil memaksamu? Mama?
Ah, menanyakan banyak pertanyaan seperti ini juga pasti akan kau jawab dalam sebuah keheningan.
Hei, ada cincin yang sama seperti yang dikenakan wanita itu di jari manis tangan kirimu.

Pertunangan.

Selamat atas pertunanganmu itu, lelakiku. Berbahagialah dengannya hingga ajal menjemputmu dan memisahkanmu dengannya.

Aku menunggumu. Di tempat paling abadi yang Tuhan ciptakan.

“Kamu gak papa? Kok tiba-tiba pucat?”

“Agak aneh aja. Ada angin dingin dan menegakkan bulu kudukku.”

“Di luar memang dingin. Masuk yuk, temen-temenku uda mau pamit pulang.”

Ini aku. Aku datang. Terima kasih sudah merasakan hadirku.
Kalau boleh kukatakan, kamu jauh lebih ganteng di hari pertunangan kita dulu.

2 thoughts on “Pertunangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s