Aster Sang Suster

image

Aku bekerja di sebuah toko bunga milik pamanku. Toko yang menjual bunga-bunga segar yang langsung dipotong dari kebun milik paman. Sejak kecil, aku sering bermain di kebun dan ikut paman melayani pelanggannya. Setelah kedua orang tuaku meninggal dan diasuh oleh paman, aku berniat membantu beliau dengan bekerja di toko bunga.  

Ada pelanggan tetap toko bunga ini, sepasang kekasih yang sering membeli bunga aster. Aku paling senang melayani mereka berdua. Aku mengidolakan pasangan seperti mereka. Si pria berbadan tinggi toegap, rambutnya lurus dibelah pinggir, memakai kacamata yang membuat dia tampak pintar dan selalu berpakaian rapi dengan kemeja dan celana kain. Si wanita berperawakan kecil dan mungil, rambutnya dipotong model bob, selalu mengenakan setelan putih-putih dengan cardigan berwarna pastel menutupi baju atasannya. Yang aku tahu, si pria adalah seorang dokter dan si wanita adalah suster. Mereka berdua bekerja di rumah sakit yang berada dua blok dari toko bunga.  

Tiap tiga hari sekali mereka selalu mampir ke toko. Bunga aster tak pernah absen dari daftar bunga segar yang mereka beli. Katanya bunga-bunga yang mereka beli selalu diletakkan di meja praktek pak dokter. Menurut suster Aster, begitu aku memanggilnya, aroma bunga segar bisa menjadi satu terapi untuk para pasien yang datang berobat. Dengan menghirup aromanya, pikiran mereka akan rileks dan bisa membantu pemulihan psikis pasien. Aku senang ngobrol dengan suster Aster. Di perempuan yang pintar. Pantas saja pak dokter itu jatuh hati dengan suster Aster.  

Dua minggu terakhir ini, aku tak pernah menjumpai pak dokter dan suster Aster di toko bunga. Aku melihat ke arah bunga aster di pojokan yang sedang sedih merindu bertemu dengan orang-orang yang mencintainya. Aku juga rindu bercengkerama dengan suster Aster sembari menunggu pak dokter memilih bunga yang akan dibeli. Kuraih bunga-bunga aster warna putih dan ungu itu, merangkainya dengan bunga mawar setengah kuncup dan bunga bakung. Kubungkus rangkaian bunga itu dengan plastik warna merah muda dan bening. Kucium aroma bunga-bunga segar itu. Pastinya suster Aster akan senang menerima bouquet bunga favoritnya.

Aku pamit pada Lina, teman yang juga bekerja di toko, untuk pergi ke rumah sakit tempat pak dokter dan suster Aster bekerja. Aku berjalan sambil memeluk bouquet bunga itu. Bunga ini harus tetap rapi ketika sampai di tangan suster Aster, batinku. Sesampainya di lobi rumah sakit, aku kebingungan menanyakan pada resepsionis tentang suster Aster dan pak dokter. Aku tak pernah tahu nama mereka.  

“Mmm, pokoknya pak dokter itu sering beli bunga segar dan ditaroh di meja prakteknya. Kekasihnya seorang suster, bekerja di sini juga. Bunga favorit mereka, aster,” aku menunjukkan bunga aster pada resepsionis yang juga bingung dengan siapa yang kumaksud.

Setelah aku menunjukkan bouquet bunga itu, alis respsionis itu terangkat seperti dia menemukan sebuah petunjuk. “Oh, mungkin yang dimaksud dokter David dan suster Alena. Sudah dua minggu ini mereka berdua tidak masuk kerja.”  

“Lho? Kenapa?”  

“Kecelakaan. Dokter David meninggal di tempat kejadian, sedangkan suster Alena masih dirawat di ruang intensif.”  

Jantungku terasa mau melompat keluar dari rongga dada setelah mendengar penjelasan resepsionis. Kakiku lemah menapak lantai. Tanganku bergetar memegang bouquet bunga.  

“Ruang intensifnya ada di lantai dua paling pojok. Nanti ada tulisannya ruang intensif,”  

Aku menggangguk dan mempercepat langkahku menuju ruang intensif. Aku bisa masuk menemui suster Aster, melihatnya terbaring tak berdaya dengan perban menutupi sebagian kepalanya yang kurasa sudah gundul. Ada selang-selang menancap di kepala dan pergelangan tangannya.

Suster, kenapa nasibmu seperti ini?  

Air mataku menetes. Kuletakkan bouquet bunga itu di meja samping ranjang suster Alena. Berharap semoga aroma bunga aster, bunga favoritnya, bisa membuat dia sadar lebih cepat. Seperti katanya, aroma bunga segar bisa membantu pemulihan psikis pasien. Dan dalam hati aku berjanji pada suster Alena akan pergi ke makam pak dokter untuk membawakan buoquet besar bunga aster. Bunga lambang kesucian dan kemurnian cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s