Kepak Sayap Capung

image

Langit cerah berwarna biru muda dengan dihiasi sedikit awan yang dalam imajinasi Farrah berbentuk menyerupai binatang. Matahari senang bersembunyi di balik awan sehingga dia bersinar tak begitu menyengat. Farrah mengemudikan mobil dengan bersenandung lagu kesukaannya. Di sebelahnya duduk seorang wanita paro baya, mamanya. Tujuan mereka kali ini adalah Kebun Binatang Surabaya. Tempat favorit keluarga kecil ini bertamasya sejak Farrah berusia 5 tahun.  

Kebun binatang ini sudah sering mewarnai media lokal maupun nasional karena binatang yang tak terawat dan akhirnya mati mengenaskan. Farrah, pecinta binatang yang sifat ini ditularkan oleh papanya, kerap menyambangi kebun binatang ini dan ikut merawat beberapa bayi binatang yang baru lahir. Ini kali pertama Farrah menginjakkan kaki di Kebun Binatang Surabaya setelah dia lulus SMA dan setelah dia menjadi anak yatim.  

Farrah terlebih dulu singgah di tempat anak singa yang berusia 3 bulan. Bayi singa ini dia beri nama Sissy. Sissy paling suka digendong. Farrah hanya tertawa geli ketika Sissy mulai menggaruk-garuk tangannya tanda minta botol susu. Mama ikut tersenyum melihat anaknya dan tingkah bayi singa yang menggemaskan. Dalam hati mamanya bersyukur karena anaknya bisa kembali ceria setelah pengumuman kelulusan masuk sekolah terbang di Curug. Karena Farrah sempat depresi setelah ditinggal pergi papanya selama-lamanya. Farrah dan papanya layaknya makhluk yang tak bisa dipisahkan.

“Far, duduk dulu di luar. Di sini gerah,” mama menunjuk ke arah kursi kayu panjang di bawah pohon beringin. Farrah mengangguk dan menyerahkan bayi singa dalam gendongannya ke pawang yang ikut menemani Farrah.

“Bentar lagi kita pisah ya, Far,”  

“Mamaaaa…” Farrah merajuk dan memeluk mamanya.  

“Papa pergi, Farrah bentar lagi juga pergi. Mama sendirian di Surabaya,” mata mama berkaca-kaca.  

“Farrah pergi buat sekolah. Buat nerusin cita-cita papa yang gak kesampean. Farrah pengen bikin papa bangga dengan Farrah.”  

“Iya. Mama tau. Farrah selalu pengen bikin papa senang. Apapun itu, pasti mama restuin.”  

“Ma, mama tau apa binatang favorit Farrah?”  

“Singa? Ular?”

“Salah. Capung.”  

“Kenapa capung?”  

“Karena capung itu binatang favorit papa.”  

“Ahaha, apa-apa yang difavoritin papa selalu Farrah tiru. Farrah gak kreatif.”  

“Ada cerita tentang capung yang selalu Farrah ingat sampai sekarang. Papa dulu selalu ceritain sebelum tidur,”  

“Sekarang ceritain ke mama dong,”  

Farrah mengambil nafasnya lebih dalam dan menghelanya perlahan.  

“Sayap capung itu hebat. Ada dua pasang. Yang di depan lebih panjang dari yang belakang. Kalo capung udah terbang dengan kepakan sayapnya itu, dia bisa terbang hingga kecepatan 90 km/jam. Dia juga bisa meliuk-liuk, bermanuver ke kanan, ke kiri, ke atas, bahkan menyusuri benda. Dia juga tak khawatir menabrak benda yang ada di depannya karena matanya yang tajam. Makanya gak salah kalo capung itu adalah serangga tercepat di dunia.”  

Sesekali mama mengelus rambut dan membenarkan letak poni Farrah.  

“Tiap kali papa mengajak Farrah untuk melihat pesawat TNI mengadakan maneuver, Farrah selalu ingat capung. Farrah juga pengen jadi capung. Farrah yang bisa terbang dan meliuk-liuk di langit sana.”  

“Sebentar lagi cita-cita Farrah kesampean.”  

“Cita-cita papa juga, Ma.”  

“Pasti Papa bangga dari surga mendengar kabar putri tunggalnya ini lolos jadi taruna penerbang,” mama memeluk pundak Farrah dan meletakkan kepala Farrah di pundaknya.  

“Nanti kalo Farrah sudah bisa terbang, mama aku ajak maneuver ya? Hehehe.”  

“Jangan. Mama takut.”  

“Ah, mama penakuuutt…” Farrah menjulurkan lidahnya dan menggelitik pinggang mamanya.  

Dari atas pohon beringin, ada capung sedang beristirahat dan kembali terbang menyusuri celah antara Farrah dan mamanya. Si capung mengepakkan kedua pasang sayapnya dan tersenyum dalam hatinya. Capung, jelmaan papa Farrah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s