Indonesian Romance Reading Challenge: #4 Trave(love)ing

2013-01-20-23-03-14_deco

Judul     : Trave(love)ing

Penulis : Roy Saputra, Mia Haryono, Grahita Primasari, Dendi Riandi

Penerbit : Gradien Mediatama

Tebal    : 256 hal

Hati Patah, Kaki Melangkah

Buku ini tepat dibaca sehari setelah menulis review novel roman sebelumnya. Bisa dibilang, Retha kembali melanggar perjanjiannya sendiri. Karena sampe saat ini belum menyelesaikan chapter draft novel tapi sudah berani membaca buku lagi. Hmpft. Tapi ya sudah, mari mengetik review buku ini :”)

Seorang laki-laki bernama Dendi, rela menempuh perjalanan beribu kilometer, menembus tiga negara hanya untuk bertemu pada seorang perempuan, Riani, yang baru saja dikenalnya di Fullerton Park, Singapura. Seorang perempuan yang mengingatkan dia pada mantan kekasihnya. Seorang perempuan yang rela ia kejar sampai ke Bangkok hanya karena sebuah kalimat yang terucap dari bibirnya, “seandainya ada cowok yang mau berjalan jauh hanya untuk mendapatkan cinta seorang cewek, pasti dia bukan cowok biasa. Kalau ada cowok kayak begitu, aku mau deh jadi pacarnya.” Kau boleh bilang Dendi ini sinting. Mungkin bisa dikatakan ini pelarian dari mantannya yang terdahulu atau mungkin memang benar bahwa cinta adalah hal kecil yang paling bodoh yang bisa membuat manusia rela berbuat apa saja. Dendi akan bertemu dengan Riani? Bila ya, apakah hubungan mereka benar-benar berlanjut? Bila tidak, apakah Dendi bisa kembali ke Indonesia dengan selamat dan sanggup bertahan dari dua kegagalan mendapatkan cintanya?

Mia, seorang perempuan yang memiliki keberuntungan menjadi auditor sebuah perusahaan yang mengirimkannya untuk mengikuti pelatihan di Dubai. Sebenarnya dia enggan untuk berangkat karena jiwanya masih tertinggal pada lelaki yang awalnya menjadi sahabat, kemudian menjadi pacar dan beralih menjadi orang asing. Untunglah dia tak membatalkan rencana kepergiannya. Di Dubai, dia bertualang ke sana ke mari. Bahkan sampai Abu Dhabi. Sungguh banyak keberuntungan yang dia dapat dari perjalanannya kali ini. Tapi apakah dia berhasil menanggalkan segala gundah gulananya dari seseorang yang seketika menjadi orang asing baginya?

Grahita alias Gelaph sedang bersenang-senang di Bali. Main rafting, makan makanan enak, belanja di Sukawati, melakukan hal yang menyenangkan lainnya. Tapi pikirannya selalu melayang-layang pada Mr. Kopi, sebutan untuk mantan terkasihnya. Di mana pun Mr. Kopi muncul lagi, setan galau membisikkan bisikan maut di hatinya, Mr. Kopi hadir lagi, dan seterusnya, dan seterusnya. Mengganggu liburannya kah? Atau momen seperti ini yang dibutuhkan Gelaph sebagai refreshing untuk menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru?

Roy rela membayar tiket pesawat Jakarta-Singapura yang dipesan 10 hari sebelum keberangkatan kemudian mengejar sleeping bus dari Singapura tujuan Malaysia hingga betisnya menjadi sebesar kaleng krupuk demi menonton klub bola kesayangannnya, Liverpool yang akan main di Stadion Bukit Jalil. Selama perjalanannya selalu ada adegan di mana jiwanya tertarik pada masa lalu. Saat menunggu MRT dia melihat kakinya dan teringat pada sepatu teplek mantannya yang mengucapkan sayang pada sandal jepitnya. Saat memasuki Stadion Bukit Jalil menonton Liverpool, bisa-bisanya dia berpikir seharusnya waktu itu dia tak di sana, tapi sedang berada di sebuah restoran untuk merayakan tahun kedua pacaran. Lalu momen apakah yang terjadi yang membuat Roy akhirnya bisa bangkit berdiri dari keterpurukannya? Seberapa dahsyatnya momen itu untuk Roy?

Ditutup dengan acara kumpul bareng empat penulis yang pada dunia nyata mereka adalah sahabat yang dipertemukan oleh Twitter karena sama-sama suka main #rhyme. Acara kumpul membeberkan acara liburan mereka. Acara kumpul mengungkapkan kenyataan apakah hati mereka tetap ada untuk masa lalu atau mau pergi menatap masa depan.

Sekian bocoran (tanpa spoiler) dari 4 cerita yang disusun secara apik oleh 4 penulisnya.

Pendapat saya? KAMPRET! Kenapa? Ada dua alasan.

Ini novel bikin inget ama laki-laki terakhir yang deket ama aku tahun lalu. Perfecto kampretos! Alasannya adalah satu, beberapa jam sebelum membaca novel ini, aku baru saja mengganti nada notifikasi BBM yang mana nada itu terakhir kupakai sebagai tanda BBM yang masuk dari dia. Dua, ceritanya Dendi tentang Thailand bikin aku inget kalo laki-laki ini sering masang DP BBM lagi di Thai pas bulan madu ama istrinya. SIALAN! Aku (hampir saja) terseret di arus galau. AAAAKK!

Kemudian, ini kenapa pada travelling yang ke luar negeri bikin mupeng tingkat bidadari siiihh? Kan jadi pengen ke Malaysia ama Thailand tapi ditempuh jalan darat pake sleeping bus. Pengen balik lagi ke Singapura tapi kemana-mana naik MRT. Pengen tau rasanya off road di gurun ma bertandang ke Burj Khalifa untuk syuting Mission Impossible kesekian. Semua itu godaan berat buat aku yang sebentar lagi kembali ke dunia pengangguran. Ibaratnya buku ini adalah racun dan aku baru aja mamam itu racun😐

Gaya cerita si Dendi ma Roy bikin ikutan miris sekaligus tertawa di atas penderitaan mereka karena terlalu banyak footnote gak penting yang diselipkan. Tapi deritanya udah pada berlalu kan? Jadi boleh  ngetawain kalian lagi kan? Hehehe. Gaya cerita Mia yang cewek banget sekaligus menuturkan bagaiamana dia berani jalan-jalan di negeri orang sendirian bikin aku kepengen kayak gitu juga (pengen ke Dubai gratis plus berani jalan2 sendirian, red). Dan rhyme yang selalu dilantunkan Gelaph membuatku pengen ngetwit pantun Inggris begitu (tapi gak membuahkan hasil alias gagal karena gak bisa bikin).

Cerita yang dibuat acak bergantian alias gak satu cerita dari satu penulis diterusin sampe habis trus lanjut ke penulis lainnya ini bikin penasaran mampus. Pinter juga nih yang bikin polanya.  Dan hal ini juga yang bikin aku belum nemu kekurangan buku ini. Ato jangan-jangan buku ini gak ada kekurangan? Kyaaa!

Buat yang lagi patah hati, yuk mari beli buku ini dan dibaca baik-baik sambil meresapi maknanya. Buat yang suka travelling dan atau belum pernah ke salah satu destinasi buku ini, siap-siap mamam racun yaaa.😆

Nilai 4,25 dari 5 untuk Trave(love)ing. Aku tunggu sekuel Trave(love)ing 2 \o/

2 thoughts on “Indonesian Romance Reading Challenge: #4 Trave(love)ing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s