Boleh Minta Hati?

image

Tuhan, bolehkah aku bertanya? Aku ingin menanyakan sebuah pertanyaan yang mungkin menurut banyak orang adalah pertanyaan yang tidak penting. Bukan tidak penting seperti hal yang sepele, melainkan tidak penting karena aku yakin semua orang hanya mampu bertanya hal yang sama sepertiku. Tak ada yang mampu memberi jawaban memuaskan. Karena kami manusia, hanya bisa bertanya tak mampu menjawab.

Satu pertanyaanku yang mungkin akan mengundang banyak tawa dari tiap orang. Mereka boleh tertawa setelah mendengar pertanyaanku, tapi aku yakin, mereka akan merenungkan jawaban dari pertanyaanku saat mereka berada dalam kesunyian saat kembali pulang. Dan mereka akan kembali mengajukan pertanyaan yang sama pada kawan mereka. Kawan mereka kemudian tertawa lalu merenung. Seperti lingkaran setan. Tak ada yang mampu menghentikan.

Aku tahu pengantarku ini terlalu bertele-tele, terlalu berbelit. Tapi biarkan aku meracaukan semua yang kurasakan, Tuhan. Karena aku yakin, hanya Kau yang mau mendengarkan semua keluhku dan mau menjawab pertanyaan konyolku. Aku yakin.

Baiklah. Ini pertanyaanku.

Sebenarnya hati itu terbuat dari apa?

Bila aku bertanya pada dokter, mereka akan menjawab bahwa hati adalah sebuah organ. Dan mereka akan menjelaskan padaku bak guru biologi kala aku duduk di bangku SMP bahwa organ terbentuk dari jaringan dan jaringan terbentuk dari sel. Aku tahu itu, aku tahu. Tapi bukan hati itu yang kumaksud. Tapi adalah hati yang orang lebih sering menyebutnya dengan jatuh hati atau patah hati.

Hati itu terbuat dari apa?

Yang aku tahu, hati itu kuat. Hati bisa patah berulang kali. Hati itu bisa jatuh pada orang yang sama secara terus menerus. Dan kenyataannya meskipun hati sedang patah, mengapa kami masih bisa tersenyum pada dia yang mematahkan hati kami? Bahkan hati terkadang masih nakal merindu orang yang telah menghancurkannya.

Jadi, hati itu tercipta dari apa?

Tuhan, aku yakin Kau pasti mampu menjawab pertanyaanku. Karena Kau-lah yang menciptakanku dengan segala isinya. Karena Kau-lah sang Maha pembolak-balik hati. Karena Kau-lah yang membuatku jatuh hati pada seorang laki-laki yang memiliki senyum menawan secara berulang-ulang walau dia sering kali mematahkan hatiku dan membuat kepingan hatiku berserakan.

Emmm, maaf, Tuhan. Bolehkah aku mengajukan satu permintaan setelah aku puas menceritakan pertanyaan ngawurku? Boleh?

Bolehkah aku minta hati? Hati laki-laki itu. Laki-laki yang sudah kujelaskan tadi.

Bukan aku tak puas dengan hati yang kumiliki. Bukan.

Tapi aku ingin tahu hatinya terbuat dari apa karena hatinya tak pernah merasakan hadirnya cinta dan sayangku, tak pernah jatuh pada hatiku, dan tak pernah sanggup kupatahkan. Setelah aku tahu isinya, barulah akan kuganti isi hatinya saat ini dengan cintaku, dengan kehadiranku, dengan diriku yang tergila-gila padanya. Bukan dengan cinta dan kehadiran seorang perempuan yang selalu berhasil membuatku cemburu ketika laki-laki itu menceritakan kisah jatuh hatinya dan pilu patah hatinya karena perempuan itu.

4 thoughts on “Boleh Minta Hati?

  1. suka dengan kalimat ini, “aku ingin tahu hatinya terbuat dari apa karena hatinya tak pernah merasakan hadirnya cinta dan sayangku, tak pernah jatuh pada hatiku, dan tak pernah sanggup kupatahkan”

    permainan hati itu adalah seburuk buruk permainan tp paling menyenangkan tanpa kita sadari

  2. terkadang, seorang laki2 yang mempercayai lawan jenisnya untuk menampung curahan hatinya itu pada dasarnya ingin mendapat feedback yang sama sekali lain, sebuah psikologi terbalik, seolah ia berucap “jika aku bersamamu, akankah kamu memperlakukan hal yang sama padaku?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s