Ramayana Ballet: Under The Full Moon

“Tha, kamu di mana?”

“Emm, aduh! Di mana ini ya? Masih di Jakal nih.”

“Ini udah bisa masuk lho. Kita nungguin di depan ya.”

Tut.. tut.. tut..

Aku menghela napas melihat mobil yang kutumpangi bergerak dengan lambat. Hari Jumat malam di seputaran Jalan Kaliurang Jogjakarta dipenuhi dengan kendaran bermotor. Mau ngomong cepetan ke yang nyetir mobil kok ya gak sopan. Dan aku kembali menarik napas panjang melihat angka jam digitalku menunjukkan pukul 18.30, sementara posisi mobil masih jauh dari Candi Prambanan. Tak lupa kuhembuskan napas panjang tadi. Lewat mulut.

**
“Kyaaa, maaf. Aku juga lupa kalo sekarang weekend, gak prepare waktu. Itu Risang lagi ngantri buat nukerin tiketnya.”

“Iya, Marereeet.”

Begitulah Dy Lunaly, novelis produktif itu memanggilku. Malam ini adalah pertemuan pertama kami setelah berhari-hari hanya berkomunikasi lewat WhatsApp dan Twitter. Pertemuan pertama yang terjadi di bawah sinar rembulan di atas tanah yang kupijak di area Candi Prambanan di mana kami akan menyaksikan sebuah pertunjukan Ramayana Ballet.

**
Berawal dari keinginan melihat aksi terbangnya lampion saat perayaan Waisak, aku dan Dy memiliki keinginan yang sama juga untuk menyaksikan Ramayana Ballet. Kok ya pas banget banyak akun-akun yang memberikan info seputaran pertunjukan itu. Dan kok ya pas banget bulan Mei adalah bulan di mana pertunjukan dilakukan outdoor. Yippi yay yay. Kalo mau tau jadwal pementasan bisa cek di sini.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin menonton pertunjukan ini adalah booking tiket. Ya sekedar untuk jaga-jaga kalo tiba-tiba kehabisan tiket, apalagi pas musim liburan, apalagi kalo nontonnya enggak mau di kursi VIP. Untuk harga-harga kursi bisa dilihat di sini. Berdasarkan hasil pencarian di beberapa blog, maka kami memutuskan untuk menonton dari kursi kelas I dengan harga 150.000. Kalo kalian beli kursi VIP, dapet spot yang bener-bener langsung ngadep panggung, kursi empuk, makanan dan minuman, serta suvenir. Namun dengan harga 350.000 untuk 2 jam pertunjukan, harganga tak nyaman dan tak ramah di kantongku. Eh, kalo booking langsung ke Prambanan dan beli dengan jumlah tertentu, bisa dapet diskon lho. Hihihi.

Kemudian, lihat pula apa tanggal segitu sedang bulan purnama atau gak. Karena saat bulan purnama, pertunjukan akan dipecah menjadi 4 bagian besar yang dipertontonkan selama 4 hari. Jadi, 1 hari cuma nampilin 1 adegan. Dan rombongan kami kena adegan pertama. Sempet sedih sih pas diberitau Dy kalo kami bakal nonton pas bulan purnama hari pertama. Tapi gak mungkin juga ubah jadwal dimajuin sehari hanya karena mau liat Ramayana Ballet versi penuh. Yo wis lah yaa, nrimo aja. Kalo enggak bulan purnama, pertunjukan bakal dimampatkan dari awal sampe akhir dalam 1 hari itu.

Memasuki halaman parkir dengan sangat senang karena rembulan bersinar begitu terang dan candi Prambanan tampak begitu terang. Sementara banyak orang yang sudah beraksi foto bareng Ramayana, Srikandi, Hanuman. Kemudian terdengar MC membuka acara. Dan kami langsung berhambur masuk ke dalam. Kemudian hanya clingak-clinguk milih tempat duduk di mana. Rombonganku pisah dari Dy. Si Dy maju terus ke depan biar bisa moto-moto. Untung dia gak maju ke panggung. Fiuh.

Dua orang MC yang mengenakan beskap serta kebaya membuka acara dengan sangat formal. Disampaikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris tentang sinopsis pertunjukan hari ini, episode pertama yaitu hilangnya Dewi Shinta.

Berikut sinopsis yang dapat dibaca juga di selebaran yang dibagikan sebelum masuk ke area penonton,

Dalam pengasingan di hutan, Rama berkelana bersama Shinta, istrinya yang cantik jelita, ditemani pula oleh adiknya yang sangat setia yautu Laksmana. Tatkala mereka sedang menghibur diri dalam penderitaan mereka, muncul seekor kijang kencana yang merupakan jelmaan dari Raksasa Marica, utusan Rahwana yanb mendapat perijntah untuk menggoda Shinta.
Shinta terpesona oleh kijang ini dan meminta Rama untuk menangkapnga. Rama berpesan pada Laksmana untuk menjaga Shinta dan tidak meninggalkannya dalam keadaan bagaimanapun. Saat menunggu, Shinta dan Laksmana mendengar jeritan minta tolong dari Rama, walau sebenarnya jeritan tadi adalah jeritan Marica yang berusaha menarik perhatian Shinta. Karena khawatir yang teramat sangat, Shinta mendesak Laksmana untuk menolong Rama. Laksmana menolak. Shinta malah menuduh Laksmana punya pamrih tersembunyi. Dengan enggan, Laksmana terpaksa meninggalkan Shinta. Di saat Shinta sendiri, muncul rahwana yang membujuk Shinta agar mau menjadi istrinya. Gagal dengan maksud buruknya, ia membawa Shinta dengan paksa. Sepanjang perjalanan, Shinta menjatuhkan perhiasannya satu per satu dengan harapan bisa menjadi petunjuk bagi Rama untuk melacaknya.
Seekor Jatayu yang menjadi teman setia ayah Rama yang sedang terbang tinggi di angkasa melihat apa yang terjadi pada Shinta, segera bergegas menolong. Dalam pertarungannya, Jatayu terluka parah dan jatuh ke bumi. Rama dan Laksmana menemukannya dalam keadaan sekarat namun masih sempat bersaksi. Dengan harapan baru, Rama dan Laksmana segera bergegas dan dalam perjalanan mereka bertemu dengan sejumlah tentara kera di bawah pimpinan Sugriwa. Didalamnya terdapat Hanuman, Hanila, Jembawan, dan lain-lain. Sugriwa mengadu pada Rama tentang Subali, saudara kembarnya yang menganiaya dirinya dan memohon pertolongan Rama. Sebagai imbalannya, Sugriwa bersedia membantu Rama. Maka tatkala Sugriwa dan Subali tengah berlaga, Rama melepaskan panah mautnya ke Subali hingga Subali bertemu ajalnya.

Alunan musik dari gamelan yang begitu njawani, tari-tarian yang apik, make up dan kostum yang mewah, serta liak-liuk lampu sorot yang menawan. Tampak dari kejauhan latar Candi Prambanan disorot oleh lampu kuning emas. Malam ini, rembulan bersinar sangat terang. Dari tempat dudukku, aku bisa melihat penonton di deretan VIP. Wuah, itu lensanya panjang semua. Gilak! Pada niat brooo~ Beda ama aku yang masih amatiran pake Jivan dan hasil fotonya bisa diliat di bawah sini🙂

maap, foto amatiran banget >,<

maap, foto amatiran banget >,<

Karena pertunjukkan ini merupakan sebuah drama yang dikemas dalam tarian, maka tentu saja akan ada banyak pertanyaan, ‘itu siapa ya?’. Makanya harus baca sinopsisnya dulu biar ngeh maksud tiap adegan. Biar gak kayak @nikenadiba yang hampir ratusan kali nanya kek gitu. Hahahaha. *dikepruk pake kembang melati manten anyar* *gapapa biar ketular*

kayaknya ini gerombolannya Rahwana

kayaknya ini gerombolannya Rahwana

entah siapa itu wanita bertopeng merah yang menangis

entah siapa itu wanita bertopeng merah yang menangis

Adegan apa yang paling aku suka yang sampe bikin aku ikut deg-deg seerr? Adalah adegan di mana Rama dan Shinta sedang berjalan-jalan di hutan kemudian menari bersama saling mengagumi lalu ditutup dengan adegan ciuman. Ih, itu romantis beneeerrr. Apalagi di bawah terang bulan. Kya, kya,kyaaa~

menari bersama ^^

menari bersama ^^

DSC_0776

KYAAA~

Shinta main ama Kijang..

Shinta main ama Kijang..

DSC_0804

Awas ada Rahwana!

DSC_0828

Jatayu ditusuk ama Rahwana😦

Kok ya beruntung dari spot tempat dudukku, banyak pemeran utama keluar lewat tangga sebelah tempat duduk. Si Kijang Kencana favoritnya @risangpermana, sang Rahwana yang wajahnya merah semua, dan tak lupa si cakep Laksmana juga keluar dari sampingku. Ahahaha. Gapapa deh ya nonton ama rada miring tapi bisa liat cakepnya pemeran di Ramayana Ballet ini.

Kemudian adegan paling lucu? Itu si anak-anak kecil pasukan Sugriwa! Ada yang gendot lucu kalo lompat-lompat. Mana dia pake acara lupa gerakan. Aaak, nggemesin!

keluarga Sugriwa

keluarga Sugriwa

Pertunjukan dua jam tanpa henti ini bagiku terasa singkat. Masih kurang. Penonton mau lagiii! Masih enggak rela buat beranjak dari tempat duduk. Masih pengin liat lanjutannya. Tapi apa daya, pertunjukan benar-benar berakhir. Seluruh pemeran dalam Ramayana Ballet ini memenuhi panggung dan memberi salam perpisahan. Tak lupa sang MC mengumumkan bahwa terdapat sesi foto bersama para pemeran. Dan sontak penonton berhamburan maju ke panggung dan minta foto sama pemerannya. Pecah!

DSC_0868

HANOMAAN! *abaikan yang bergerak*

mas Rama, mbak Shinta, mbak ...., dik Kijang.

mas Rama, mbak Shinta, mbak …., dik Kijang.

Jadi, kalo kalian main ke Jogja, gak ada salahnya buat melihat kesenian asli Indonesia yang dikemas begitu apik. Bahkan para wisatawan asing juga menyukai pertunjukan ini.

Tunjukkan cinta dan banggamu pada Indonesia!

8 thoughts on “Ramayana Ballet: Under The Full Moon

  1. Sumpah keren banget pertunjukan ini, dah 2x nonton tapi selalu berdecak kagum apalagi kalo sebelum nya dinner dulu di sebelah nya. Liat candi prambanan di sorot pake lampu tembak itu bener2 amazing banget🙂

  2. dulu pernah nonton sekali, tapi separo jalan temen udah ngajak pulang karena nggak enak badan. musti penuh niat nontonnya ya karena jawa banget dan ritmenya yg aluuuussss banget nyaris bikin ngantuk😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s