Akhiran Sebuah Luka

Hidupku tak selamanya indah. Hidupku telah banyak diwarnai luka. Luka akan perihnya pergi meninggalkanmu, luka akan beratnya kakiku melangkah maju tanpamu, luka karena aku tak pernah berani mengatakan aku telah jatuh cinta pada dirimu.

Aku tak pernah menyesal mengapa aku dilahirkan sebagai seorang perempuan. Namun, aku tak pernah tahu mengapa perempuan diciptakan dengan kodrat untuk menunggu. Hingga aku tersadar bahwa aku telah menyesal tak mendobrak kodrat untuk berterus terang padamu.

Tak pernahkah kau tahu bahwa menunggumu adalah luka terdalamku?
Tak pernahkah kau menyadari bahwa aku setia menantimu?
Tak pernahkah kau mengerti bahwa aku pun akhirnya lelah.
Setelah aku bertemu dia.

Senja hari itu. Di langit yang sama walau tanah yang kita pijak tak sama.
Saat langit telah melukiskan semburat jingga dengan warna nila, aku bertemu dia. Seseorang yang menawarkan penyembuh untuk lukaku. Seseorang yang memberiku harapan bahwa luka ini akan segera berakhir. Seseorang yang menyadarkan aku bahwa luka ini harus disudahi.

Senja hari ini tak lagi sama seperti senja kemarin saat kita bersama untuk terakhir kalinya. Ketika kau katakan bahwa kau mencintaiku. Ketika kau memegang kertas biru tebal dengan hiasan pita emas sembari memintaku untuk pergi berlari kembali ke pelukanmu, bukan dia.

Mengapa kau katakan hal itu di saat aku akan mengakhiri luka kita?
Mengapa kau torehkan kembali perih di luka yang akan kututup rapat?
Namun, aku mengingat kata-katanya.
Tak ada jalan di dunia ini yang tak berujung.
Begitu pula dengan luka. Tak ada luka yang tak akan berakhir.

Bila aku telah menemukan penghujung cintaku saat ini, telah mengakhiri luka kita, maka bebaskanlah dirimu. Kau juga layak bahagia walau kita tak pernah bisa bersama lagi.

Selamat tinggal, luka.
Selamat membuka hati untuk bertemu akhiran dari sebuah luka.

Sabtu yang random di Salemba,
Karena begitu pengennya bikin balesan dari Luka Tanpa Akhiran

2 thoughts on “Akhiran Sebuah Luka

  1. JiN says:

    segoro asmoro… good morning… moro maning… Luka itu hanya 1 obatnya :”LUPA”kan saja… kunanti di samudero jiwo langgeng bawono…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s