Hujan di Seroja

Tak ada senja di Seroja.
Yang ada hanyalah rinai hujan yang jatuh membasahi kaki langit dan sebuah hati yang sedang merintih.

Bukankah waktu itu sudah kubilang bahwa ketika kau menjatuhkan hatimu untuknya pasti akan ada hati yang runtuh setelah itu. Tapi kau bersikeras dialah yang kau cari selama ini. Hingga akhirnya dia pergi. Meninggalkanmu. Sendiri.

Hujan di Seroja.
Seolah memberikan kunci pada sebuah gembok dalam hatimu dan membiarkan isi kotak itu meruah keluar. Luka itu tergenang. Dan kau tenggelam mengenang yang telah lama menghilang.

Bisakah kau berjanji setelah hujan ini kau akan mengusap air matamu?
Dia yang telah melukaimu tak pantas kau tangisi.
Lupakan dia sama seperti dia telah melupakan dan menghapusmu dari kehidupannya.

Kalian telah berubah menjadi dua orang asing yang penuh dengan kenangan.
Sama seperti hujan yang pasti berhenti yang akan dilupakan banyak orang namun tidak untuk mereka yang menantikan kehadirannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s