Lima Belas Bulan Lima

Rezeki itu memang datangnya dari mana saja. Dititipkan bisa lewat siapa saja. Waktunya pun sering kali tak terduga. Salah satu rezeki itu aku sebut kamu.

Pertemuan aku dan kamu yang kusingkat menjadi kita mungkin menurut kita adalah hal yang kebetulan saja. Walau sebenarnya tak ada kebetulan di dunia ini. Untung saja ada yang ingat makanan favoritku, coklat. Untung saja ada orang yang bisa dititipi makanan itu untukku. Untung saja aku tak tahu malu untuk menghubungimu kapan aku bisa mengambil titipan coklat itu.

Lima belas bulan lima tahun dua ribu lima belas. Tembok tinggi berwarna kuning kecoklatan di lobi salah satu gedung tinggi kawasan Sudirman menjadi saksi bisu pertemuan singkat lima menit kita. Yang selanjutnya hanya hening tak berarti apa-apa setelah coklat yang kini sudah di tanganku habis kulahap satu per satu.

Menjelang umat muslim sedunia merayakan hari kemenangan, waktu itu pula yang menjadi awal kedekatan. Kau mulai menghubungiku dengan menceritakan seluruh keluh dan kesahmu karena sakit, kau tanyakan obat ini itu apa sudah benar untuk sakitmu. Lalu kenapa aku meladeni itu untukmu? Sementara bila orang lain berbuat hal serupa, langsung aku akhiri untuk tak ada lagi percakapan kedua tentang hal demikian. Namun, lain yang terjadi pada percakapan kita. Mungkin itu yang disebut takdir bahwa ternyata lama kelamaan aku mulai menanti saatmu menyapaku lewat percakapan di ponsel.

Aku masih ingat betul bagaimana kau mengajakku bertemu dan tiba-tiba menyorongkan dua tiket menonton film tanpa menanyakan terlebih dahulu apakah aku mau menemanimu di dalam bioskop. Aku juga ingat betul bagaimana aku menceritakan dengan sangat menggebu perihal rencanaku pergi ke Dubai. Dan masih lekat di pikirku, aku sempat menangis di kamar hotel bintang lima di Dubai sambil mengetik ribuan kata alih-alih menceritakan seluruh perasaan kesal dan lelahku sembari berharap aku bisa mendengar suaramu langsung, bukan hanya sekadar kata-kata penyemangat yang muncul di layar ponselku.

Kita masih juga terpisah ratusan kilometer jarak plat B dan AD. Meski begitu, tak ada satu malam yang kulewati tanpa mendengar canda tawamu tiap malam. Sungguh kala itu aku sudah kecanduan suara dengan logat medokmu. Dan hingga di suatu hari, kau katakan ada satu hal yang ingin kau sampaikan langsung padaku di Jakarta. Tanpa jeda setelah kedatanganmu di stasiun kereta, kau hampiri aku, dan membawaku pergi. Di malam itu, dua puluh sembilan bulan sembilan, kau utarakan keinginanmu untuk menjadikanku seseorang yang lebih dari seorang teman biasa. Di malam itu, aku jawab ya.

Waktu berlalu. Detik berganti jam. Hitungan hari menjadi bulan. Tepat empat bulan setelah kau nyatakan cinta di salah satu sudut kedai kopi di Jakarta, kau datang ke rumahku dengan membawa kedua orang tuamu dan pasukan saudaramu. Sekali lagi kau nyatakan cintamu di hadapan orang tuaku dan kau buktikan keseriusanmu dalam hal mencintaiku. Seandainya kau tahu, waktu itu aku bersusah payah menahan air mata yang ingin jatuh ke pipi kala kau sematkan cincin emas ke jariku.

Putaran detik di jam dinding tak pernah berhenti. Senang, tawa, cinta, duka, amarah, murka datang silih berganti di hari-hari kita. Mewarnai perjalanan kita menuju dua menjadi satu. Yang kemudian datanglah saat ini.

Hari ini. Lima belas bulan lima, kita kembali di berada tempat yang sama. Di antara tembok tinggi warna kuning dan coklat, namun tak ada lalu lalang orang di sana. Kau katakan pilar itu saksi bisu kita berdua waktu kita untuk pertama kalinya bertatapan mata. Dan aku membalasnya dengan ucapan, “selamat satu tahun berkenalan, calon sigaraning nyawa.”

image

Jakarta, 150516

6 thoughts on “Lima Belas Bulan Lima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s