tersayang @PosCinta

akhirnya,,
sampai juga di surat cinta terakhir. yah perpisahan untuk yang tersayang @PosCinta.

kalo gak dibilangi ma mbak @si_nu tentang proyek 30 hari menulis surat cinta, aku gak bakal tau tentang @PosCinta. gak bakal ngerti bahwa ada banyak orang hebat di dalamnya.

berjuta terima kasih untuk @PosCinta, yang terus memicu aku buat nulis surat cinta. meski aku tau, kemampuan menulisku masih dibawah standar, tapi bikin aku terpacu tiap hari untuk membuat surat cinta biar mejeng di depan kantor pos. surat pertamaku yang dipajang adalah surat kaleng.
kemudian disusul surat yang karna insiden kak @heykila gak nge-RT tuitku, akhirnya suratnya dibuat langsung mejeng di kantor pos. lalu disusul surat-surat yang selanjutnya.
pastinya terselip rasa bangga tiap kali menemukan kiriman dari @PosCinta. seperti pengen teriak ke seluruh isi dunia “hoy! tulisanku dimuat lhooo..”
tapi tiap hari nulis surat cinta, lama-lama juga bikin buntet ide. surat cinta apalagi ya? ini surat aku tujukan buat siapa ya? tapi syukurlah, ada teman-teman yang setia yang mau menyumbangkan idenya. dan 2 diantaranya dimuat. cupcupmuah buat @ladyzazha, @Dicky_dev dan @sandrafrans.

dan oiya, waktu @PosCinta ngumumin bakal ada gathering, rasanya uda pengen banget ikutan dateng. tapi sayang beribu sayang, lokasi di Bandung begitu jauhnya dari Malang. jadinya keinginan itu dikubur dalam-dalam untuk tahun ini. 🙂

@PosCinta, bakal ngadain proyek lagi kan buat tahun 2013? kalo ada, so pasti aku bakal ikutan. gak bakal aku lewatin. karna berkat kamulah, aku merasa kemampuanku untuk mengolah perasaan jadi tulisan lebih tersalurkan. dan aku merasa lebih banyak orang yang mendukungku buat terus menulis.

terimakasih untuk @PosCinta dan semua orang hebat yang ada di dalamnya. makasih ya @heykila yang uda jadi tukang posku slama ini. makasih buat semuanya yang punya tulisan bagus!

love u all guys :*

-FINALE-

antara luka dan cinta

kepada yang terhormat,
suamiku.

ingin kusampaikan isi hatiku, yang lama kupendam, yang tak pernah kuungkap meski kau sudah bertanya. namun, di surat ini, aku berani menjawab semua pertanyaanmu sekaligus aku ingin bercerita bagaimana rasanya menjadi istri keduamu. istri yang kau sembunyikan dari istri sahmu.

bila kau bertanya, kenapa diriku murung kala itu. tentu saja karna aku merindukanmu. aku juga ingin dipeluk dan dibelai mesra saat kita santai di sofa. aku juga ingin bisa membuatkanmu sarapan, makan siang dan makan malam lengkap seharian. tapi tak pernah bisa. kau pasti lebih mengutamakan anak-anakmu.

aku selalu iri. aku selalu dengki pada istrimu itu. dia bisa mendapatkan semuanya. aku? yah, aku mendapat materi yang lebih dari cukup, tapi aku kurang mendapat kasih sayang. dan yang paling utama, istrimu bisa mendapat keturunan dari dirimu. sedangkan aku? tak kan pernah bisa, karna kamu tak pernah mau.

sudah berulang kali aku berusaha untuk pergi dari kehidupan ini. yang kupikir selalu ada luka yang menganga. tapi aku selalu kembali lagi. seperti terperosok dan terjebak lagi dalam sebuah alasan konyol. cinta. aku mencintaimu. ternyata memang cinta bisa mengalahkan semua-muanya. aku tak pernah bisa lepas darimu. seolah ia yang menjadi penawar luka perihku ini.

benarkah seperti ini garis hidupku? yang selalu kau sembunyikan dari dunia luar. dimana aku selalu berbohong pada orang lain. aku juga ingin jujur, bila aku juga istrimu. meski hanya nikah siri.
dan bolehkah aku bermimpi di antara luka yang kuciptakan ini dengan cinta yang kau beri padaku? bila boleh, aku ingin suatu hari nanti, kamu akan ada seutuhnya, jiwa dan raga, untukku seorang.

cintamu yang terlarang.

terima kasih dunia

selamat pagi dunia.
selamat pagi mentari yang menyambutku di kamar hotel ini.
selamat pagi untuk burung-burung yang berkicau merdu di atas pepohonan rindang ini.

ingin kuhaturkan beribu atau mungkin berjuta terima kasih padamu. pada dunia yang membelaiku, yang memberikan aku ajaran hidup, bagaimana kerasnya dunia ini hingga akhirnya bisa kutaklukan. aku memang bukan siapa-siapa bagimu, tapi engkau segalanya bagiku. karna hanya kau yang kumiliki, satu-satunya yang pantas untuk kuberi ucapan terima kasih ini.

bila hari ini aku bisa sukses, aku bisa menghirup segarnya udara pagi di negara lain, ini semua berkat kamu dan orang-orang sekitarku yang mendukungku.
bila kemarin aku masih dicaci maki dengan ide konyolku, itu hanya karna mereka belum mengetahui bagaimana hebatnya aku dan kamu.
aku tak memiliki ayah dan ibu lagi. juga tak memiliki saudara kandung. apalagi istri dan anak. lalu pada siapa lagi aku mengirimkan surat cintaku ini bila bukan padamu, dunia?

kau yang mengajarkan aku bertahan hidup. yang memberiku banyak kenalan baru, bisa kawan yang baik atau yang hanya memanfaatkan aku. tapi tak apa. itu smua karna aku butuh proses hingga mencapai sukses ini.
meskipun aku tak memiliki keluarga yang bisa menjadi tempatku berkeluh kesah, toh aku punya kamu. di dalam wajahmu masih banyak wajah-wajah anak yatim piatu yang selalu tersenyum saat menyambutku datang ke panti asuhan. masih ada gelak tawa dari ibu-ibu janda pengurus yayasan sosial ketika aku sengaja sowan ke tempat mereka. ya itulah dunia yang di dalamnya begitu banyak tangis dan tawa. sehingga aku tak pernah merasa sendirian.

kutulis surat cintaku ini padamu. kuselipkan air mata di dalamnya kala aku menulis. kuuntai rangkaian senyum di tiap gores penaku. bila akhirnya aku nanti tinggalkan kamu, jangan pernah bersedih. masih banyak orang di sana yang juga sebatang kara seperti aku, tapi sungguh mencintaimu dengan tulus.

sekaligus ini menjadi surat wasiatku.
jika tiba saatnya aku menutup mata untuk mengakhiri usiaku, aku tak ingin jasadku hanya dikubur begitu saja dalam tanah, tak menjadi manfaaat bagi orang lain. biarkan aku mendonorkan organ-organ tubuhku ini agar bisa membantu orang lain, membantu dunia bisa menjadi lebih bermakna dengan kehadiran orang-orang baru. utamanya dengan korneaku, aku bisa membantu mereka yang slama ini hanya hidup dalam gelap agar bisa mengetahui indahnya sekaligus kejamnya dunia.

terima kasih dunia,
dari aku penghunimu yang tak abadi.

rela

assalamualaikum mas Ramon, suamiku tersayang.
aku sudah memikirkan hal ini dengan matang. sungguh-sungguh. Insya Allah keputusan yang sudah aku ambil ini memberi manfaat dan tak ada pihak yang dirugikan. semua ini tentang keturunan yang kita nantikan selama 12 tahun pernikahan kita.

mas, terima kasih karna kamu tetap setia bersamaku. meskipun sudah lama dokter menvonis aku mandul dimana aku tak kan pernah bisa memberikan putra atau putri buatmu yang lahir dari rahimku. sudah kita coba untuk mengadopsi seorang bayi tapi selalu saja terbentur masalah administrasi. begitu sabarnya dirimu membuat rasa cintaku semakin besar, membuat aku makin bersyukur karna Allah memberikan aku suami terbaik di dunia.

aku bulat dengan keputusan ini. aku rela mas Ramon menikah lagi. menikah dengan wanita yang sempurna, yang bisa memberikan keturunan untuk keluarga mas Ramon. bahkan aku sudah punya calon yang tepat untuk mas Ramon. dia adalah Diana, adik sahabatku. meskipun Diana lebih muda dan lebih cantik dari aku, aku yakin mas Ramon pasti tetap mencintaiku sepenuhnya. aku tau mas Ramon bisa berlaku adil.

bila mas Ramon setuju dengan keputusanku ini, nantinya aku janji akan sayang sepenuhnya pada anakmu dengan Diana. aku janji akan membantu merawat dia dan memberikan apa yang dia butuhkan seperti aku menyayangi dan merawat darah dagingku sendiri.

mas Ramon jangan salah sangka dengan keputusanku ini. semua sudah dipikirkan baik buruknya. baik ibu, bapak, mama dan ayah sudah aku ajak berdiskusi tentang hal ini. walau pada awalnya mereka semua menolak, namun lama kelamaan mereka bisa menerima ini. mereka juga ingin cucu darimu. dan tentunya aku sudah bercerita panjang lebar pada Diana dan keluarganya. mereka setuju.

mas, aku rela yang paling rela untuk dimadu. demi hadirnya tawa dan tangis bayi di rumah kita. berjanjilah untuk mau melakukan hal ini. aku begitu sayang dan cinta mas Ramon.

wassalam,
Arini.