Thank You, God.

Bulan lalu aku sudah menuliskan #AlhamdulillahMoment di penghujung bulan Juli. Sebenarnya tidak ada niat khusus juga untuk bikin #AlhamdulillahMoment tiap akhir bulan. Tapi, malam ini aku merasa ingin berbagi perasaanku yang terasa naik turun, labil kayak ababil.

Something I wanna say before I start,

Alhamdulillah.

Sudahkah kalian bersyukur hari ini?
Apakah pernah kalian menghitung lebih banyak mana jumlah anugerah yang Tuhan berikan ketimbang cobaan yang Dia ujikan padamu?

I have to confess my sins here. Cause I know, writing will relieves my guilty feeling.

Maretha, seseorang yang sangat terobsesi untuk traveling.
Maretha, yang dulu berniat pulang dari PTT mau sekolah lagi ternyata niat itu pelan-pelan terkubur. Terpendam di balik keinginan melanglang buana yang menggebu.

Continue reading

Jelajah Flores (part 1): Di Sini Keceriaan Dimulai

Bersamaan dengan usainya masa tugas sebagai dokter PTT di Alor, maka dimulailah kehidupan baruku. Bukan karena aku telah bertemu dengan si dia yang telah mencuri hatiku, tapi karena aku bakal liburaaan! Dan liburan kali ini akan spesial karena dilakukan dalam waktu 8 hari mengingat destinasi yang lumayan banyak dan pertama kalinya liburan lama bareng banyak temen. Yes, Retha bakal menjelajahi Pulau Flores di NTT. Sebuah pulau yang terkenal dengan wisata Danau Kelimutu serta Pulau Komodo. Aku harap kalian ngerasa excited mau baca tulisan ini sama seperti excitednya aku waktu nyiapin tas isi sandang selama perjalanan jelajah Flores. Yeiy!

Sebelum mulai ceritanya, trip ini ikutan jalan-jalannya si Om @Tukang_Jalan. Murah dan sangat terprogram. Aku suka ^^

Hari pertama, 23 Maret 2013

Pada pukul 09.00 WITA, telah berkumpul lima dari enam anggota jelajah Flores di depan konter Merpati buat check in. Satu yang belum datang karena masih ada di ketinggian sekian ribu kaki karena terbang dari Alor menuju Kupang. Perkenalkan, ada @aninouz, @aprilianayu, @dzadvena, @risangpermana, dan Ridwan. Mereka adalah partnerku selama delapan hari ke depan yang bakal bareng-bareng ketawa dan saling ngebantu waktu susah.

Continue reading

PTT: Pengen Tau aja ato Tau banget?

Ini bulan Februari! Sebentar lagi aku selesai PTT. Aku mau pulang kampung. Dan di bulan ini juga biasanya bakal ada pengumuman terbaru dari ropeg-kemenkes.or.id buat pendaftaran PTT. Satu tahun yang lalu, aku selalu menanti dengan setia kata-kata under reconstruction di web itu menghilang dan digantikan dengan PDF yang berisikan pemberangkatan PTT periode April :”>

Mungkin sudah banyak yang membahas apa itu PTT. Atau jangan-jangan ini para dokter atau pembaca setia blog ini masih pada gak tahu apa itu PTT? Aeeh. Sini, ibu dokter jelaskan dulu. Kebetulan banyak juga yang nanya tentang PTT dan jujur pernah janji mo nulis blog tentang hal ini dan baru kesampean sekarang (forgive me @aprilianayu :(). Yuk semuanya pada duduk yang manis. Sebentar lagi ibu dokter akan menjelaskan secara padat, singkat, jelas tentang banyaknya pertanyaan apa itu PTT, kenapa kamu harus PTT, dan bagaimana cara biar bisa PTT.

Apa sih PTT itu, bu dokter?

Ih, kamu ini waktu abis lulus dikasih pembekalan ama DinKes propinsi tempat kamu lulus gak sih? Ya deh, daripada nyolot lagi, ibu jelasin ya. PTT itu singkatan dari Pegawai Tidak Tetap.

Continue reading

Jelajah Pulau Timor-NTT

Kembali lagi bertemu dengan Retha di tulisannya. Kali ini aku bakal nyeritain perjalanan menjelajahi Pulau Timor, NTT, tepatnya di Soe, Kab. Timor Tengah Selatan dan Atambua, Kab. Belu waktu tanggal 24-25 Januari 2013 kemarin. Yuk mari.

24 Januari 2013

Pagi hari, ketika membuka mata dan harus menghadapi kenyataan akan mandi dengan air dingin di Soe, hati sudah mulai menciut nyalinya. Tapi ketika teringat dulu pas masih kecil sanggup mandi air dingin di Bromo, kenapa sekarang gak berani. Hajar sudah mandi air dingin kayak es di Soe.

Jam 8 dijemput pak supir berangkatlah kami berempat, Retha, @noichil, @sandrafrans, dan @JosuaNatanael menuju Kab. Belu yang memiliki ibu kota Atambua. Udah pada tau film 39 derajat yang dibesut Mbak Mira Lesmana ma Mas Riri Reza? Yaitu film non-komersil yang setting tempatnya banyak diambil di Atambua. FYI, Kab. Belu merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, satu daratan gitu. Beda dengan Kab. Alor yang masih dipisahkan oleh lautan. Jadi ceritanya, Retha mau kedua kalinya mampir ke perbatasan NKRI-Timor Leste. Hehehe.

Continue reading