Mimpi Foodie-Kemarin-Sore

Sebuah pesan masuk ke WhatsApp, dari seorang teman yang berisi tentang lowongan buat ikutan proyek food tour ke Dubai 3 hari 2 malam. Kriteria yang disebutin salah satunya adalah foodie, yaitu orang yang suka makan, posting foto-foto makanannya di media sosial. Selain itu, tentu ada beberapa kriteria lain yang menurut si temen, aku pantes buat ikutan lowongan tersebut. Awalnya agak ragu sih ya ikut apa ga. Tapi akhirnya aku putusin buat SMS si contact person. SMS gak kekirim. Cari di contact WA, nama si CP juga gak muncul. Aku mulai curiga kalo ini cuma lowongan fiktif. Apalagi Dubai. Mimpi apa diajak makan-makan di Dubai.

Keesokan harinya, temen bilang kalo nomer si CP uda aktif. Di WAku, nama si CP juga udah muncul. Tanpa mikir lagi, aku langsung aja mesej via WA. 

R: “Siang. Ini dg Retha. Bisakah saya dapat info lebih lanjut ttg Dubai Food Tour? Trims.”
CP: “Sudah full mba.”
R: “Oke, tengkyu ya.”
CP: “Sama2. Thank you udah minat ya

Yah sudah lah ya. Belum rejekinya Retha buat dapetin kesempatan ini walaupun angan sudah melayang membayangkan rasanya pergi ke Dubai, gratis, dan diajakin makan. Tapi jujur sih, ada retakan di hatiku kala itu #tsah

30 menit kemudian, ada mesej dari CP masuk via WA

Continue reading

Advertisements

Ada Apa di Pasar Santa?

Sekitar bulan November 2014 kemarin, aku denger dari temen katanya Pasar Santa itu happening banget. Tempat gaul. Tempat yang musti dikunjungi. Emang segimana okenya sih? Seberapa pentingnya si Santa ini sampe banyak yang main ke sini? Dan karena ada satu temen yang ngajakin ke Pasar Santa hari Minggu kemarin (15/3), sebut saja yang diajak Maretha, dia langsung searching tentang Pasar Santa dan menemukan kengerian di tiap halaman para blogger. Ngerinya kenapa? Ngeri karena makanan yang dijual banyaaaak banget dan kelihatan enaaaak banget. Gak bagus ini buat kesehatan lemak dan isi dompetku. Hehehe.

Sekitar jam 2 siang, hujan lebat mengguyur Jakarta dengan suksesnya. Temen yang ngajakin ke Pasar Santa udah mulai goyah nih pendiriannya buat ke sana. Karena katanya bakal becek ato jadi gak nyaman. Tapi sepanjang perjalanan menuju Pasar Santa, hujan pun reda, langit kembali ceria, dan akhirnya kami sampe deh di Pasar Santa yang mana jalan buat menuju ke sana aku susah buat ngapalinnya. Cuma ngerti sampe Rasuna Said trus tauk deh itu lewat mana.

Sehari sebelum keberangkatan, bukan Maretha namanya kalo gak cari tau apa aja yang ditawarkan Pasar Santa. Do and don’t di sana juga wajib dimengerti. Satu teman menceritakan pengalamannya selama di Pasar Santa. Dia bilang kalo Pasar Santa itu sumpek, kayak pasar senggol, panas, pengap, asap rokok di mana-mana, makanannya begitu-gitu aja. Tapi hal yang kayak gitu bikin aku makin penasaran dan dia menantikan pembuktianku. Eh, tak disangka, tak dinyana, Pasar Santa gak terlalu rame. Mungkin karena efek hujan jadi orang males ya mau keluar rumah. Jadi yang ada aku malah bertanya-tanya, ini pasarnya rame segini doang? Wkwkwk *sombong*

Sebenernya pasar ini ya bener-bener pasar gitu. Pasar tradisional gitu lah. Cuma ada 1 lantai yang disulap sama banyak anak muda kreatif di mana mereka menjajakan dagangannya yang berupa makanan ato minuman. Dan emang menu yang mereka tawarkan itu unik. Jadi bakal wajar kalo harga yang dilempar bukan harga pasar karena ide unik itu yang bikin gak murah tapi juga gak mahal. Nah, karena Maretha ini udah gak bisa dipisahin sama yang namanya kuliner itulah makanya dia gak menolak ajakan temennya buat main ke sini (have I told you if wanna know me more, treat me some good food, *cewek gampangan ama makanan enak*). Dan berbekal review dari qraved.com (di sini dan di sini) dan @anakjajan, aku coba buat menyambangi kios atau kedai yang mereka rekomendasikan. Yuk, disimak ya! Bantu prok, prok, prok yaaa *tring*

**

Continue reading

Hati-hati Bila ke Bangkok

Bangkok seolah menawarkan segalanya untuk turis. Mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, wisata belanja hingga wisata dunia malam. Apalagi harga-harga di Bangkok tak jauh beda dengan harga di Indonesia (kurs 1 baht bulan Januari kemarin 387 rupiah~400). Banyak mall bagus hingga pasar murah di Bangkok acap membuat mataku hampir copot sekaligus menangis saat melihat dompet. Yah, itulah godaan untuk para wanita. Wisata belanja. Sungguh menggiurkan dan menyesatkan (buatku).

Niatnya pas berangkat bakal belanja hemat, gak usah lah beli aneh-aneh, tapi kenyataannya sodara? Katanya kalo nahan keinginan bisa jadi bisul. Karena aku gak mau ada bisul, terpaksa beberapa keinginan mendesak itu aku kabulkan.

Dalam postingan ini nanti aku bakal ngebahas tempat belanja mana yang gak boleh dilewatkan dan barang apa yang harus dibeli berdasarkan pengalaman ke Bangkok tanggal 22-26 Januari 2014. Hati-hati! Postingan ini mengandung racun buat para wanita. Nyehehehe.

Continue reading

Ada Cerita di Kuala Lumpur

‘Karena ada Shah Rukh Khan di KL, aku mau ikut kamu ke Malaysia!”

Alhamdulillah.
Aku gak jadi mengikhlaskan tiket promo Sub-Jhb.
*senyum*

Dengan adanya kabar seperti itu, aku langsung memburu tiket konser SRK dan membuat itinerary dengan rapi mengingat gak hanya KL yang bakal disambangi. Sementara urusan penginapan kuserahkan penuh pada kakakku.

Klik
Klik
Klik.
Tiket konser beres.
*senyum lebar*

Continue reading