Semua karena Busway

Trans Jakarta atau yang biasa disebut busway telah menjadi moda transportasi pilihanku untuk berkeliling Jakarta. Entah mengapa aku jatuh cinta pada busway meskipun harus menunggu kedatangannya jauh lebih lama ketimbang nunggu angkot atau harus berdiri bermenit-menit di dalam busway. Karena di dalam busway aku belajar banyak hal. Belajar bersyukur, menghargai orang lain dan punya toleransi terhadap sesama.

Pertama kali cobain busway waktu jadi anak hilang arah setelah diputus pacar (curhat dikit lahya). Dari Gambir ke Istiqlal. Selanjutnya dari Juanda ke Matraman. Kalo kata Komutta, aku harus transit 2 kali. Di Harmoni aku harus berdiri antre lama banget buat dapet bus ke Pulogadung. Dari Senen nunggu bus arah Kampung Melayu juga lamaaa banget. Total perjalanan hampir 2 jam dari Juanda ke Matraman. Dan besoknya pas di kampus dibilangi temen kalo ada rute ekspress dari Juanda bisa langsung Matraman tanpa transit 2 kali. Sakitnya tuh di paha dan betis deh. Lengkap penderitaan kala itu jadi anak hilangnya. Dari situ Retha udah pinter. Ternyata dari halte Salemba buat ke halte Harmoni bisa 1 kali busway aja. Bhahaks.

Setelah itu, aku jatuh cinta dengan busway.
Continue reading

Sebuah Mimpi dan Harapan

image

Setiap orang pasti pernah bermimpi. Setiap orang punya harapan. Mimpi menciptakan harapan. Namun, siapa yang menentukan harapan itu jadi kenyataan? Ya, diri kita. Dengan berusaha.

Aku punya mimpi bisa menjadi penulis yang baik. Harapannya tulisanku bisa dikenal banyak orang, mampu memikat setiap pembacanya. Kumulai dari sini, dari sebuah blog yang awalnya hanya berisi kicauan racauku. Lama kelamaan mulai kutulis cerita fiksi yang seolah sudah menjadi bagian dari napasku. Dari sini lah, aku berusaha untuk bisa menjadi penulis yang baik.

Bergaullah dengan penjual minyak wangi bila ingin harum.
Dengan pesan seperti itu, aku mulai memberanikan diri untuk bergaul dan sok ikrib dengan para penulis. Semangat mereka untuk menulis layaknya virus menular. Aku ikut semangat.

Continue reading

Cinta tapi Beda

Dua hari ini nonton 2 film berbeda tapi sama-sama punya satu tema. Cinta. Lebih tepatnya lagi cinta beda budaya. Begitu banyak pesan yang dipetik dari dua film ini dan setiap pesan itu menggelitik hatiku sendiri.

Film yang pertama, Chennai Express, dibintangi aktor kenamaan Bollywood, Shah Rukh Khan dan perempuan cantik Deepika Padukone.
image

Menceritakan Rahul (SRK) asal Mumbai (India Utara) yang naik kereta api dengan maksud pergi ke Goa untuk menaburkan abu mendiang kakenya terus ketemu Meenama (DP) asal Komban (India Selatan) yang dikawal 4 preman sangar.

Continue reading

Thank You, God.

Bulan lalu aku sudah menuliskan #AlhamdulillahMoment di penghujung bulan Juli. Sebenarnya tidak ada niat khusus juga untuk bikin #AlhamdulillahMoment tiap akhir bulan. Tapi, malam ini aku merasa ingin berbagi perasaanku yang terasa naik turun, labil kayak ababil.

Something I wanna say before I start,

Alhamdulillah.

Sudahkah kalian bersyukur hari ini?
Apakah pernah kalian menghitung lebih banyak mana jumlah anugerah yang Tuhan berikan ketimbang cobaan yang Dia ujikan padamu?

I have to confess my sins here. Cause I know, writing will relieves my guilty feeling.

Maretha, seseorang yang sangat terobsesi untuk traveling.
Maretha, yang dulu berniat pulang dari PTT mau sekolah lagi ternyata niat itu pelan-pelan terkubur. Terpendam di balik keinginan melanglang buana yang menggebu.

Continue reading